Situasi SMAN 5 Kota Cirebon yang mengalami kekurangan siswa dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019, Selasa, 2 Juli 2019. Medcom.id/ Ahmad Rofahan.
Situasi SMAN 5 Kota Cirebon yang mengalami kekurangan siswa dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019, Selasa, 2 Juli 2019. Medcom.id/ Ahmad Rofahan. (Ahmad Rofahan)

Sejumlah Sekolah Negeri di Cirebon Kekurangan Siswa

PPDB 2019
Ahmad Rofahan • 02 Juli 2019 15:11
Cirebon: Sejumlah Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kota Cirebon, Jawa Barat, mengalami kekurangan siswa akibat adanya sistem zonasi yang diterapkan pada penerimaan siswa baru tahun ini.
 
Hal tersebut terjadi di SMAN 5 Kota Cirebon. Sekolah yang biasanya selalu mencapai batas kuota yang ditentukan, pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kali ini hanya menerima setengah dari kuota siswa.
 
Kepala SMAN 5 Kota Cirebon, Candra mengatakan pada PPDB tahun ini sekolahnya hanya mendapatkan 173 siswa baru, berdasarkan pendaftaran secara online. Padahal, kuota siswa untuk SMA tersebut berjumlah 432 siswa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sehingga kami masih kekurangan ratusan siswa lagi," kata Candra saat dikonfirmasi, Selasa, 2 Juli 2019.
 
Candra menjelaskan berdasarkan info yang didapatkan dari sembilan SMA Negeri yang ada di Kota Cirebon, lima di antaranya masih kekurangan siswa. Candra menyebutkan baru pada tahun ini sekolahnya mengalami kekurangan siswa.
 
Hal serupa juga terjadi di SMAN 7 Kota Cirebon. Sekolah yang berada di salah satu lokasi pusat pendidikan di Kota Cirebon itu masih kekurangan 100 siswa. 
 
Dari total kuota 396 siswa, sekolah ini baru menerima sebanyak 296 siswa yang mendaftarkan secara online. Sehingga ada sekitar tiga kelas lagi yang belum terpenuhi kuotanya.
 
"Kita ada 11 kelas, masih kurang sekitar tiga kelas lagi yang masih kurang," kata Wakasek Kesiswaan SMAN 7 Kota Cirebon, Undang Ahmad Hidayat.
 
Undang menyebutkan sebenarnya total yang mendaftar secara online dan memilih SMAN 7 Cirebon berjumlah sekitar 586 siswa. Namun ternyata yang diterima hanya sekitar 296 siswa. Undang mengaku tidak tahu menahu kenapa jumlah yang diterima masih kurang dari kuota, padahal pendaftarnya melebihi.
 
"Karena semuanya sistem yang mengatur. Kami hanya menerima saja," pungkas Undang.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif