Pekerja memberi pakan ayam potong di peternakan kawasan Cilodong, Depok, Jawa Barat, Rabu (23/3). Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Pekerja memberi pakan ayam potong di peternakan kawasan Cilodong, Depok, Jawa Barat, Rabu (23/3). Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso (Benny Bastiandi)

Unggas di 4 Kecamatan di Sukabumi Positif Flu Burung

flu burung
Benny Bastiandi • 26 Maret 2016 14:24
medcom.id, Sukabumi: Ratusan unggas milik masyarakat di empat kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang mati mendadak sejak awal 2016, positif terpapar virus flu burung. Meskipun begitu, belum ada masyarakat dilaporkan terjangkit virus H5N1 tersebut.
 
"Ada empat kecamatan yang dilaporkan terjadi kematian mendadak hewan unggas sejak Januari hingga sekarang. Empat kecamatan itu yakni Tegalbuleud, Sagaranten, Kabandungan, dan Kecamatan Cikidang. Dari hasil tes laboratorium dengan mengambil sampel, penyebab kematian mendadak unggas di empat kecamatan itu karena virus flu burung," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Veteriner Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Winda Sri Rahayu, saat dihubungi Media Indonesia, melalui telepon genggamnya, Sabtu (26/3/2016).
 
Jumlah hewan unggas yang mati mendadak di empat kecamatan itu mencapai ratusan. Berdasarkan hasil penelusuran tim Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, di Kecamatan Kabandungan jumlahnya mencapai 185 ekor, di Kecamatan Cikidang sebanyak 31 ekor, dan di Kecamatan Tegalbuleud dan Sagaranten mencapai ratusan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di Kecamatan Tegalbuleud dan Sagaranten jumlah unggas yang mati mendadak saya lupa lagi. Tapi mencapai ratusan ekor," kata Winda.
 
Winda tak memungkiri masyarakat selalu terlambat melaporkan kejadian kematian mendadak unggas mereka. Kondisi itu kemungkinan lantaran masyarakat masih terpaku pada stigma jika unggas mati mendadak akibat penyakit Newcastle Diseas (ND) atau lebih dikenal sebagai tetelo. 
 
"Seperti yang di Kecamatan Cikidang. Terjadinya kematian massal unggas milik warga sekitar dua pekan lalu. Tapi baru dilaporkan beberapa hari lalu. Makanya, kita ambil sampel untuk tes di labroratorium itu dari kotoran yang tersisa," kata dia.
 
Dinas Peternakan sudah melakukan upaya-upaya pengendalian di lapangan sesuai standar operasional. Termasuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar cepat melaporkan ketika terjadi kematian mendadak unggas peliharaan mereka. 
 
"Pelaporan cepat itu agar kita juga bisa mengambil tindakan cepat. Kami juga sudah imbau masyarakat agar tidak membuang sembarangan bangkai unggas yang mati mendadak. Misalnya dibuang ke sungai, karena bisa menyebarkan virus flu burung," ujar dia.
 
Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, menyatakan Kabupaten Sukabumi belum betul-betul terbebas penyebaran flu burung. Karena itu, Pemkab Sukabumi merencanakan akan segera menyebarkan surat edaran peningkatan kewaspadaan penyebaran flu burung ke setiap kecamatan di Kabupaten Sukabumi. 
 
"Sedang dikaji (surat edaran). Jika perlu nanti setiap kecamatan waspada flu burung," kata Marwan di salah satu hotel seusai menerima bantuan dana siap pakai dari BNPB melalui anggota Komisi VIII DPR, Desi Ratnasari.
 
Marwan pun sudah memerintahkan Dinas Kesehatan untuk menyosialisasikan kepada masyarakat soal pemahaman perbedaan antara penyakit tetelo dan flu burung. Hal itu tak terlepas warga yang unggasnya mati mendadak seringkali membuang bangkainya ke aliran sungai. 
 
"Padahal mestinya dimusnahkan dengan cara dibakar atau dikubur supaya tak menyebarkan penyakit tersebut," katanya.
 
Terjadinya flu burung disebabkan beberapa faktor. Selain terjadinya anomali cuaca, juga karena kondisi sanitasi dan kondisi lingkungan. 
 
"Lakukan juga vaksinasi terhadap unggas peliharaan masyarakat. Susah juga kita melarang masyarakat memelihara unggas karena merupakan income tambahan mereka. Tapi masyarakat harus diberikan pemahaman agar menjauhkan kandang unggas atau hewan peliharaan dengan tempat tinggal mereka," kata Marwan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif