Ilustrasi warga mengambil air dari lubang yang digali di dasar sungai yang mengering di Dukuh Sasak, Toroh, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (25/7). ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho.
Ilustrasi warga mengambil air dari lubang yang digali di dasar sungai yang mengering di Dukuh Sasak, Toroh, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (25/7). ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho. (Antara)

Tiga Daerah Jabar Terdampak Kekeringan

musim kemarau
Antara • 27 Juni 2019 13:05
Bandung: Sekitar 8.644 hektare lahan pertanian di Jawa Barat mengalami kekeringan, tepatnya di tiga daerah yakni Majalengka, Indramayu, dan Cirebon. Kabupaten Indramayu menjadi daerah terparah terdampak kekeringan.
 
"Kabupaten Indramayu menjadi yang paling parah karena terdapat 1.456 hektare yang sudah tidak menerima pasokan air," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Hendi Jatnika, di Bandung, Kamis, 27 Juni 2019.
 
Hendi mengatakan sekitar 8.644 hektare lahan pertanian di Jawa Barat mengalami kekeringan pada musim kemarau saat ini dengan rincian di Kabupaten Majalengka ada 1.266 hektare pertanian terdampak kekeringan dan di Cirebon ada 811 hektare lahan pertanian terdampak kekeringan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain di daerah tadi, kekeringan juga terjadi di hampir seluruh kabupaten/kota dan lahan pertanian padi menjadi yang paling terdampak karena memerlukan pasokan air yang cukup.
 
"Ini sudah tidak ada hujan selama 20 hari terakhir. Potensi sumber air hanya cukup untuk mengairi sawah terdekat," jelas Hendi.
 
Hendi juga mengatakan lahan-lahan yang kekeringan tersebut posisinya cukup jauh dari irigasi karena selain karena minimnya pasokan air, kekeringan di lahan pertanian pun terjadi karena ketidaktahuan petani dalam melakukan penanaman.
 
Seharusnya, menurut Hendi usai musim panen terakhir pada Februari-Maret, lahan ditanami palawija karena akan memasuki musim kemarau.
 
"Memang seharusnya sejak April-Mei kemarin itu jangan ditanami padi, tapi ditanami palawija, karena tidak perlu air yang banyak," pungkas Hendi.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif