Foto: Kegiatan Survei Seismik 3D/dok_Pertamina EP
Foto: Kegiatan Survei Seismik 3D/dok_Pertamina EP (Ahmad Rofahan)

PT Pertamina EP: Survei Seismik 3D Tidak Merugikan Masyarakat

migas
Ahmad Rofahan • 17 Mei 2015 08:51
medcom.id, Cirebon: PT Pertamina EP akan melakukan Survei Seismik 3 Dimensi (3D) Akasia Besar di 251 desa di Cirebon, Indramayu, dan Majalengka, Jawa Barat. PT Pertamina EP mengimbau kepada warga setempat untuk tidak khawatir dengan kegiatan ini.
 
Chief Humas Seismik 3D Akasia Besar, Salahudin Achmad mengatakan survei ini berbeda dengan pengeboran eksplorasi produksi minyak dan gas bumi.
 
"Kami tidak menggunakan alat berat dalam membuat lubang bor seismik. Masyarakat yang lahannya digunakan untuk keperluan survei seismik tidak perlu resah atau khawatir," kata Salahudin Achmad dalam acara Media Gathering di Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (16/5/2015).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Achamd mengatakan Survei Seismik 3D akan menempatkan sumber getar. Kedalaman lubang bor maksimal 30 meter dengan diameter lubang 7 cm. Alat yang digunakan pun bisa dipikul manusia. Sementara pengeboran eksplorasi dan produksi migas bertujuan mengangkat migas ke atas permukaan bumi sehingga memerlukan alat berat.
 
"Getarannya lebih kecil dibandingkan dengan getaran yang dihasilkan mobil truck,” ujarnya.
 
Setelah dibor, di dasar lubang akan dimasukkan sumber getar berbahan daya gel yang bersifat low explosive. Sumber getar yang telah tertanam kemudian digetarkan sehingga menghasilkan gelombang seismik. Rekaman data gelombang seismik atau Recording itulah yang menjadi inti dari kegiatan Survei Seismik 3D.
 
Saat ini tim Humas Pertamina EP mensosialisasikan Survei Seismik 3D Akasia Besar. Sosialisasi dari desa ke desa tersebut akan berlangsung di 251 desa di tiga kabupaten tersebut.
 
Sosialisasi Desa di Kabupaten Majalengka hingga saat ini sudah dilaksanakan di 25 desa, berada di wilayah Kecamatan Ligung (13 desa), dan Kecamatan Jati Tujuh (12 desa). Kemudian akan dilanjutkan ke desa-desa di wilayah Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon. Desa-desa tersebut merupakan desa yang termasuk dalam Blok Akasia Besar. Di wilayah Kabupaten Indramayu berjumlah 208 desa, Kabupaten Cirebon 17 Desa, Kabupaten Majalengka 26 Desa.
 
"Mulai Hari Senin 18 Mei 2015, tim kami akan bergerak ke desa-desa di Kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu. Kemudian Kecamatan Tukdana, Cikedung, Sukagumiwang. Lalu setelah itu, atau bisa secara paralel, kami akan melakukan sosialisasi di desa-desa yang berada di Kabupaten Cirebon, yakni di Kecamatan Susukan, Kecamatan Gegesik, dan Kecamatan Kaliwedi," imbuh dia.
 
Dalam sosialisasi itu juga dibahas jenis kompensasi yang bisa diklaim oleh masyarakat. Di antaranya tanaman yang terinjak oleh kru survei seismik, maupun kerusakan rumah karena faktor getaran. Salahudin juga menegaskan, bahwa rekomendasi pelaksanaan kegiatan, sudah dikeluarkan oleh pemerintahan di tiga wilayah yang akan dilakukan survei sejak 2014 lalu. Ini membuktikan kegiatan itu juga melalui kajian yang cukup lama dan bisa dipastikan aman.
 
Tokoh masyarakat Cirebon, Yoyon Suharsono menilai Survei seismik 3D Akasia Besar, Jawa Barat, yang dilakukan PT Pertamina EP di tiga kabupaten yakni Majalengka, Indramayu, dan Cirebon tidak merugikan masyarakat. Sebab, ada kompensasi yang bisa diklaim jika merugikan masyarakat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(TTD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif