"Tujuan sekolah negeri itu kualitas apa kuantitas? Kalau sekolah negeri terus membangun kelas baru, sama saja dengan terus menerus menutup peluang sekolah swasta mendapatkan murid," ujar Muhammad Fardan, Kepala SMK Tamsis Kota Cirebon, Sabtu (8/8/2015)
Sejak 2006, proses Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di Cirebon kurang berpihak pada sekolah swasta. Akibatnya, sekolah swasta kesulitan mendapatkan murid.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Pada 2015, kata Fardan, SMK Tamsis menyiapkan tiga program. Namun hanya 50 siswa yang mendaftar.
"Jumlah 50 siswa dibagi tiga kelas, sangat minim. Sedangkan sekolah negeri siswanya berjubel. Malah mau ditambahi kelas baru. Kalau kurang ruangan, seharusnya jangan paksakan siswa masuk sekolah tersebut, tapi diarahkan ke sekolah lain," kata Fardan.
Ketua Panitia PPDB Dinas Pendidikan Cirebon, Abdul Haris, mengakui jumlah siswa di sekolah negeri melebihi kuota. Akibatnya, sekolah negeri favorit terpaksa menggunakan ruang lain sebagai kelas darurat, misal laboratorium dan perpustakaan.
"Kami sudah bertemu dengan dewan, dan mereka minta untuk coba carikan solusi untuk masalah ini. Salah satunya adalah membuat ruang kelas baru di sejumlah sekolah yang kelebihan murid," kata Haris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
