Seorang warga penerima dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) memperlihatkan uang yang diterimanya, di Kantor Pos Besar Medan, Sumut, Jumat (10/4). (FOTO: ANTARA FOTO/Septianda Perdana)
Seorang warga penerima dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) memperlihatkan uang yang diterimanya, di Kantor Pos Besar Medan, Sumut, Jumat (10/4). (FOTO: ANTARA FOTO/Septianda Perdana) (Jaenal Mutakin)

Pencairan Dana SPKS, Ribuan Warga Padati Kantor Pos

dana bantuan
Jaenal Mutakin • 11 April 2015 02:16
medcom.id, Bandung: Ribuan warga dari enam kecamatan di Kota Bandung mengantri dengan tertib kantor Pos di Jalan Banceuy untuk mencairkan dana dari Program Simpan Pinjam Keluarga Sejahtera (PSKS). Antrian warga terjadi sejak dibukanya loket pada pukul 08.00 hingga tutup loket pukul 16.00 WIB.
 
Warga dari Kecamatan Kiaracondong, Kelurahan Babakan Surabaya, Kelurahan Jayanti, Kelurahan Cicaheum, Kelurahan Sukapura, Kelurahan Kebon Kangkung masing-masing akan mendapatkan Rp600 ribu yang dibagi menjadi tiga bulan. Namun, untuk pencairan uang tersebut warga harus melewati tiga tahapan.
 
"Dalam pembagian dana simpan pinjam keluarga ini, setiap warga di harapkan mengambil sesuai jadwal biar tertib. Ada tiga tahapan yang harus dilakukan warga, pertama memperlihatkan KTP dan kartu kuning ke petugas di pintu masuk, lalu ke tempat pendaftaran, terakhir ke tempat pencairan," kata Kepala Tim Pembayaran Dana Simpan Pinjam Keluarga Sejahtera Hikmat Sadudin di Kantor Pos Bandung, Jalan Banceuy, Jumat (10/4/2015).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hikmat pun menegaskan, pencairan dana tersebut tidak bisa diwakilkan. Hal itu dikarenakan untuk mencegah pemotongan dana yang seharusnya diterima warga yang berhak. Namun, pihak kantor pos memberi kelonggaran bagi warga yang tidak bisa mencairkan dana itu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
 
"Seandainya ada yang terlewat bisa ngambil ke bagian pengambilan keterlambatan," tutur Hikmat.
 
Salah satu program pemerintah ini mendapat sambutan baik dari warga, salah satunya Herman,40, penarik becak dari Kecamatan Babakan Surabaya, Bandung. Menurut dia, bantuan dana sebesar Rp200 ribu untuk setiap bulan ini bisa menambah kebutuhan hidup.
 
"Alhamdulillah, program ini sangat membantu bagi saya. Karena penghasilan saya sebagai tukang becak tidak tentu. Jadi, ya lumayan buat nambah-nambah," pungkas Herman.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif