Bangunan bersejarah Nepal hancur pascagempa berkekuatan 7.7 SR -- Foto: BBC
Bangunan bersejarah Nepal hancur pascagempa berkekuatan 7.7 SR -- Foto: BBC (Roni Kurniawan)

Cari Informasi, THC Berangkatkan Tim ke Nepal

gempa nepal
Roni Kurniawan • 28 April 2015 06:14
medcom.id, Bandung: Tiga pendaki gunung asal Bandung, Jawa Barat Jeroen Hehuwat,39, Kadek Andana,27, dan Alma Parajita,32 masih belum diketahui keberadaannya setelah dua hari sebelumnya gempa mengguncang Nepal pada 25 April 2015. Taruna Hiking Club (THC) Bandung berencana akan mengirimkan tim ke Nepal untuk mencari informasi secara langsung.
 
Hal itu diungkapkan Gyaista Sampurno selaku Koordinator THC Bandung melalui akun facebooknya ke group THC Bandung. Diakuinya, hingga malam tadi, pihkanya belum mendapat kabar dari rekannya yang berada di Hongkong dan Nepal. Namun menurut informasi dari kedua sumber tersebut, belum ada informasi terkait ketiga rekannya yang berada di Tangtang yang lokasinya kurang lebih 47 kilometer dari pusat titik gempa.
 
"Update malam ini dari THC Crisis Centre: Hari ini kami mendapat kabar dari rekan di Hongkong (15:00 WIB) dan Nepal (18:30 WIB) yang berhasil menghubungi Chhuldim Sherpa (Mountain Experience) dengan berita yang sama: mereka belum berhasil menghubungi Langtang Area," tulis Gyaista dalan jejaring facebook sekitar pukul 22.00 WIB, Senin (27/4/2015) malam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, THC Bandung akan mengutus anggotanya ke Nepal untuk mengetahui secara langsung kondisi dan informasi mengenai kawan-kawannya itu. Sekitar hari Rabu, 29 April utusan THC Bandung akan berangkat ke Nepal dengan tujuan menjadi sumber informasi yang valid untuk dapat disebarkan ke Tanah Air.
 
"Taruna Hiking Club saat ini telah mempersiapkan rencana pemberangkatan satu atau dua anggotanya ke Kathmandu yang bertujuan menjadi sumber informasi untuk seluruh berita yang valid. Selain itu, team ini juga akan selalu mendorong pihak trekking company memprioritaskan usaha pencarian di daerah Langtang. Pemberangkatan team ini paling cepat pada hari Rabu 29 April 2015 tetapi tergantung kesediaan tiket perjalanan ke sana," terangnya.
 
Ia pun menulis, kemungkinan akan menambah tim untuk diberangkatkan ke Nepal secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan informasi dari tim pertama yang diberangkatkan.
 
"Kemungkinan penambahan team di Nepal akan dikirimkan secara bertahap, sesuai kebutuhan dan informasi dari team pertama yang bisa memberikan informasi tambahan untuk team berikutnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif