Kepala Personalia dan Umum PT Blue Bird Cabang Bandung, Reza Ibnu Saputra, menilai persaingan itu justru membuat pihaknya berinovasi. Pihaknya juga akan terus meningkatkan pelayanan untuk memuaskan konsumen.
Memang, kata Reza, banyak sopir Blue Bird yang mempertanyakan kemunculan angkutan berbasis online. Ia menyebutkan Uber dan Grab.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Namun mereka sudah mengerti. Kami siap bersaing. Saya kira, pondasi sudah kuat. Jadi kami optimistis," kata Reza di Kantor Blue Bird, Jalan Kebon Kopi Cibereum Kota Bandung Jawa Barat Rabu (23/12/2016).

(Taksi Blue Bird melintasi jalan di Kota Bandung, MTVN - Octavianus)
Ia pun meminta sopir Blue Bird di Bandung tak menggelar aksi seperti unjuk rasa di Jakarta kemarin. Reza mengaku instruksi itu langsung diberikan dari manajemen pusat.
Bila ada yang menggelar aksi, kata Reza, manajemen akan menindak tegas. Tentunya, manajemen akan memproses terlebih dahulu pelanggaran itu.
"Kalau mereka hanya demo, kami berikan teguran. Apabila mereka berdemo sambil melakukan perusakan, tentu bisa kita kita beri sanksi berat yaitu distop operasinya," tuturnya.
Hingga kini, Blue Bird memantau sopir taksi di Kota Bandung. Blue Bird meminta para sopir menjaga kondusifitas dan menjamin kenyamanan penumpang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
