Massa dari berbagai daerah di Jawa Barat memenuhi kawasan Gedung Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung jelang sidang putusan Bahar bin Smith, Selasa, 9 Juli 2019. Foto: Medcom.id
Massa dari berbagai daerah di Jawa Barat memenuhi kawasan Gedung Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung jelang sidang putusan Bahar bin Smith, Selasa, 9 Juli 2019. Foto: Medcom.id (Aditya Prakasa)

Massa Pendukung Bahar bin Smith Penuhi Jalan Seram

penganiayaan anak
Aditya Prakasa • 09 Juli 2019 09:16
Bandung: Pendukung Bahar bin Smith memenuhi kawasan Gedung Arsip dan Perpustakaan, Jalan Seram, Kota Bandung Jawa Barat. Para pendukung yang berasal dari sejumlah kota di Jawa Barat itu menunggu hasil putusan sidang kasus penganiayaan Bahar, Selasa, 9 Juli 2019.
 
Massa mulai berkumpul sekira pukul 06.00 WIB datang dari berbagai daerah. Bahkan, beberapa kelompok telah datang sejak Senin, 8 Juli 2019, malam.
 
Petugas lalu lintas melakukan rekayasa lalu lintas, dengan menutup Jalan Seram lantaran digelarnya sidang putusan. Massa yang berkumpul membawa spanduk dan baliho dengan beragam pesan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Pengacara Bahar bin Smith Kecewa Tuntutan Jaksa
 
Spanduk dan baliho dipasang di sekitar jalan, di antaranya bertuliskan Stop Kriminalisasi Ulama, Bebaskan Habib Bahar bin Smith, dan Selamatkan Habib Bahar bin Smith. Massa yang hadir, sebagian besar remaja dengan menggunakan serban dan kopiah.
 
Bahar bin Smith dituntut hukuman penjara selama 6 tahun oleh Jaksa. Selain itu, Bahar juga dituntut membayar denda Rp50 juta. Jaksa penuntut umum (JPU) menilai Bahar terbukti menganiaya Cahya Abdul Jabar dan Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki.
 
"Saya bertanggung jawab atas perbuatan-perbuatan saya, dunia akhirat," kata Bahar, usai sidang tuntutan di Gedung Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis, 13 Juni 2019. 
 
Baca:Ahli Forensik Beberkan Luka Memar Korban Bahar Smith
 
Penasihat hukum Bahar bin Smith, Ichwan Tuankotta, kecewa dengan tuntutan JPU. Ichwan menilai, JPU tidak mempertimbangkan hal yang meringankan terdakwa dan fakta persidangan.
 
"Enam tahun itu sesuatu yang berat buat kami. Jadi kami menganggap bahwa tidak melihat pertimbangan kebaikan-kebaikan yang tadi diuraikan oleh jaksa," kata Ichwan.
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif