Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar berdalih penutupan itu untuk menjaga keselamatan warga. Jika tidak ditutup dikhawatirkan ada pengunjung yang tertimpa bahan bangunan, tertusuk paku, dan risiko lainnya.
Terlebih, rencana pemulihan ruang publik tersebut ditargetkan rampung Desember 2015. "Kalau untuk mengejar target apa boleh buat. Kalau engga gitu (ditutup total), maka engga akan selesai selesai dong," ucap Kepala Biro Humas Protokol dan Umum Pemprov Jabar, Ruddy Gandakusuma, Selasa (25/8/2015).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Namun, mengenai kepastian penutupan, pemprov akan mendiskusikan lebih lanjut dengan kontraktor. Demi keselamatan, kata Rudy, bila diperlukan kawasan itu akan ditutup total. Namun, bila memungkinkan penutupan hanya dilakukan pada sebagian kawasan saja.
Bersamaan dengan itu, Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Pemprov Jabar, Iwa Karniwa justru memastikan penutupan dilakukan di sebagian saja. "Tidak akan langsung ditutup total, tetapi sebagian akan kita lokalisir karena akan diperbaiki," ujarnya.
Penutupan sementara tersebut bukan dimaksudkan untuk menghalangi akses publik. Namun, untuk keamanan selama revitalisasi berjalan. "Kami tidak ingin menghalangi akses publik karena itu revitalisasi akan dilakukan bertahap, berjenjang, berkesinambungan," timpal Rudy.
Lebih lanjut, Rudy menjelaskan revitalisasi dilakukan secara bertahap dengan anggaran awal sebesar Rp16 miliar. Sedangkan sisanya akan dilakukan pada tahun berikutnya. Anggaran tersebut digunakan untuk memperbaiki jogging track serta penambahan fasilitas penunjang kegiatan publik seperti toilet, mushola, perpustakaan, taman tematik, dan sebagainya.
"Fasilitas-fasilitas ini seperti di hotel bintang lima dan dapat digunakan publik secara gratis," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
