medcom.id, Indramayu: Kiai sepuh Nahdlatul Ulama Jawa Barat KH Afandi Abdul Muin Syafi`i atau biasa disapa Abah Afandi meninggal, Rabu 13 Juli. Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syafi’iyah Kedungwungu Karangkeng, Indramayu itu wafat dalam usia 78 tahun.
Menurut keluarga almarhum, Abah Afandi merupakan salah satu murid KH Hasyim Asy`ari dan KH Wahab Hasbulloh. Beliau pernah belajar di Pondok Pesantren Tebu Ireng dan Tambak Beras Jombang yang diasuh oleh kedua pendiri NU itu.
Kedekatan beliau dengan keluarga KH Hasyim Asy`ari, dilanjutkan dengan dekatnya hubungan Abah Afandi dengan KH Abdurrahman Wahid. Bukan hanya kalangan kiai dan santri saja memiliki hubungan dekat denagn Abah Afandi, sejumlah pejabat tinggi negara juga sering bersilaturahmi ke kediamannya di Indramyau. Pada pertengahan Ramadan lalu, dua pejabat tinggi negara yakni mantan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dan Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan bersilaturahmi ke pondok pesantren miliknya.
"Selama hidupnya beliau berdakwah untuk masyarakat. Terutama di daerah yang cukup minim orang yang paham agama," kata Nasrullah Afandi, keluarga almarhum, di Indramayu, Jawa Barat, Rabu (13/7/2016).
Abah Afandi juga menulis buku bidang aqidah yang dinamai Risalah al-muin fi aqoid al-chomsin. Jenazah Abah Afandi dimakamkan pada pukul 14.00 WIB di Desa Kedungwungu, Krangkeng, Indramyu. Almarhum meninggalkan satu istri, tujuh anak, dan 14 cucu.
Menurut keluarga almarhum, Abah Afandi merupakan salah satu murid KH Hasyim Asy`ari dan KH Wahab Hasbulloh. Beliau pernah belajar di Pondok Pesantren Tebu Ireng dan Tambak Beras Jombang yang diasuh oleh kedua pendiri NU itu.
Kedekatan beliau dengan keluarga KH Hasyim Asy`ari, dilanjutkan dengan dekatnya hubungan Abah Afandi dengan KH Abdurrahman Wahid. Bukan hanya kalangan kiai dan santri saja memiliki hubungan dekat denagn Abah Afandi, sejumlah pejabat tinggi negara juga sering bersilaturahmi ke kediamannya di Indramyau. Pada pertengahan Ramadan lalu, dua pejabat tinggi negara yakni mantan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dan Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan bersilaturahmi ke pondok pesantren miliknya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Selama hidupnya beliau berdakwah untuk masyarakat. Terutama di daerah yang cukup minim orang yang paham agama," kata Nasrullah Afandi, keluarga almarhum, di Indramayu, Jawa Barat, Rabu (13/7/2016).
Abah Afandi juga menulis buku bidang aqidah yang dinamai Risalah al-muin fi aqoid al-chomsin. Jenazah Abah Afandi dimakamkan pada pukul 14.00 WIB di Desa Kedungwungu, Krangkeng, Indramyu. Almarhum meninggalkan satu istri, tujuh anak, dan 14 cucu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
