"Saya pernah ke Amerika Latin dan Benua Eropa. Kalau Gyaista, dia sudah tiga kali ke Everest (Nepal)," kata Victor di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, sebelum berangkat ke Nepal, Rabu (29/4/2015).
Namun keduanya mengaku mempersiapkan berbagai bekal dalam tugas itu, mulai dari fisik hingga perlengkapan selama di lapangan. Satu di antaranya dan yang paling penting, kata Victor, yaitu alat komunikasi.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Victor mengaku jaringan komunikasi menjadi kendala di area Langtang setelah gempa 7,9 SR mengguncang Nepal. Untuk mempermudah komunikasi, dua anggota Taruna Hiking Club (THC) itu pun membekali diri masing-masing dengan telepon satelit.
Adapun nama-nama warga Bandung yang masih hilang kontak yaitu pasangan suami istri Kadek Andana dan Alma Parhita, serta Jeroen Hehuwat. Kontak terakhir bersama mereka yaitu pada 22 April 2015. Dua hari setelah itu, gempa berkekuatan 7,9 SR mengguncang Nepal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
