Lundi Farinda menunggu kabar dari putranya yang berusia 27 tahun itu. Namun ia yakin putranya masih hidup dan selamat. Alasannya, posisi Kadek saat komunikasi terakhir cukup jauh dari pusat gempa yaitu kurang lebih 47 Kilometer.
"Feeling aku selamat, cuma mereka terkurung reruntuhan saja," ujar perempuan berusia 59 tahun itu saat ditemui di sekretariat Taruna Hiking Club (THC), Bukit Dago Timur II No.20X, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (27/4/2015)
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Kadek bersama dua temannya sesama anggota THC melakukan pendakian di Nepal. Komunikasi terakhir mereka yaitu pada 22 April 2015, dua hari sebelum gempa mengguncang.
"Sebelum pergi tidak ada kebiasaan dia yang aneh, paling berpelukan saja. Karena itu sudah biasa kalau sebelum pergi. Paling di sini (THC) suka ada tumpeng dan berdoa bersama sebelum pergi," tuturnya.
Anaknya, kata Lundi, gemar mendaki gunung dengan ketinggian ekstrem. Terakhir, pada Mei 2014, Kadek mendaki Gunung Kerinci yang merupakan puncak tertinggi di Sumatra.
Lantaran itu, Lundi mengaku tak mendapat firasat apapun soal keberangkatan Kadek ke Negeri Seribu Kuil itu. Lundi pun berharap Kadek dan rekan-rekannya selamat. Sehingga mereka pulang ke rumah masing-masing dalam kondisi selamat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
