Pementasan wayang bambu di Taman Ekspresi Kota Bogor, Jawa Barat -- MTVN/Mulvi Muhammad Noor
Pementasan wayang bambu di Taman Ekspresi Kota Bogor, Jawa Barat -- MTVN/Mulvi Muhammad Noor (Mulvi Muhammad Noor)

Ratusan Warga Bogor Antusias Menyaksikan Wayang Bambu

kesenian sunda
Mulvi Muhammad Noor • 19 Februari 2017 11:12
medcom.id, Bogor: Ratusan warga antusias menyaksikan pagelaran seni budaya wayang bambu di Taman Ekspresi Kota Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu malam, 18 Februari 2017. Ini pertama kalinya diadakan pentas wayang khas Bogor di Taman Koleksi.
 
Dalang sekaligus penggagas Wayang Bambu, Ki Dalang Drajat, mengatakan, dirinya membawakan lakon Ksatria Bakatul. Kisah ini menceritakan upaya para jawara wayang dalam menumpas kejahatan.
 
"Sambutannya sangat luar biasa, Alhamdulillah. Intinya, kami di sini ingin ngamumule seni budaya Sunda," kata Ki Drajat usai pementasan wayang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selama pagelaran berlangsung, lakon pewayangan menyampaikan pesan moral dari beragam fenomena sosial di masyarakat. Seperti, adanya ancaman pergaulan bebas, minuman keras, dan narkoba. Seluruh pesan moral disampiakan dengan jenaka, jadi lebih mudah diterima masyarakat.
 
Membludaknya penonton diapresiasi Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Ia berharap, kecintaan masyarakat terhadap kesenian di Kota Bogor semakin tumbuh melalui pagelaran seni budaya.
 
"Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Kalau bukan kita, siapa lagi. Ayo kita sama-sama meestarikan budaya Sunda," tutur Bima.
 
Wayang Bambu
Wayang bambu adalah wayang khas Bogor yang diciptakan Ki Dalang Drajat pada 2000. Sesuai namanya, wayang bambu terbuat dari bambu, tepatnya ati bambu. Ati bambu adalah batang bambu bagian dalam.
 
Bambu yang digunakan untuk membuat wayang ini adalah bambu tali. Bambu tali sangat lentur, sehingga mudah dianyam dan dibentuk jadi wayang.
 
Bentuk wayang bambu hampir mirip wayang golek, begitu pula dengan kostum yang dikenakannya. Bedanya, wajah wayang bambu polos tanpa lukisan.
 
Wajah wayang bambu sengaja dibuat polos. Tujuannya, agar penonton bebas berimajinasi tentang wajah tokoh wayang tersebut.
 
Uniknya lagi, dada wayang bambu bisa digerakkan naik turun. Jadi, wayang ini bisa kelihatan seperti orang bernapas.
 
Cerita wayang bambu tidak diambil dari kisah Mahabharata atau Ramayana seperti cerita wayang pada umumnya. Cerita wayang bambu justru diangkat dari kisah kehidupan sehari-hari.
 
Selain itu, bahasa yang digunakan dalam pertunjukan wayang bambu adalah bahasa sunda Bogor. Ini merupakan salah satu cara Ki Drajat untuk melestarikan bahasa daerahnya.
 

(NIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif