Peserta parade mengikuti Asia Africa Carnival di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (29/6). (ANT/M Agung Rajasa)
Peserta parade mengikuti Asia Africa Carnival di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (29/6). (ANT/M Agung Rajasa) (Roni Kurniawan)

Asia Africa Festival, Mendorong Palestina Merdeka

konferensi asia afrika parade asia afrika
Roni Kurniawan • 29 Juni 2019 17:49
Bandung: Para delegasi dari 19 negara beserta sejumlah kepala daerah tampak antusias ketika menyusuri Jalan Alun-alun Timur, Balonggede, Regol, Bandung, Jawa Barat, saat memulai aksi solidaritas untuk Palestina pada Sabtu, 29 Juni 2019. Acara ini dirancang khusus dengan simbol, dan melibatkan partisipasi para perwakilan negara Asia Afrika yang hadir di Asia Africa Festival (AAF) 2019.
 
Koridor Palestine Walk yang dibuat pada 2018 lalu disiapkan secara istimewa menggunakan karpet merah. Sejumlah delegasi juga tak ingin ketinggalan mengabadikan momen tersebut menggunakan gawainya.
 
Setelah berfoto, masing-masing delegasi kemudian mengikuti pelepasan burung merpati yang menjadi acara utama dari aksi solidaritas untuk Palestina. Pelepasan burung merupakan simbol dukungan terhadap kebebasan dan kemerdekaan negara Palestina.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wali Kota Bandung, Oded M Danial, mengatakan gelaran AAF 2019 menjadi momentum menggalang dukungan untuk Palestina. Pernyataan sikap bersama menjadi penguat, bahwa bangsa di Asia dan Afrika telah memberikan dorongan moral bagi perjuangan Palestina.
 
"Saya berharap kegiatan Asia Africa Festival 2019 ini menyuburkan semangat kepedulian, terutama untuk mendorong terwujudnya negara Palestina merdeka," ujar Oded.
 
Oded menuturkan, dalam rangkaian puncak peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-64 tidak hanya dilewatkan sebagai seremonial saja. Tapi, tetap menjunjung tinggi nilai KAA ketika pertama kali dilakukan di Kota Bandung pada 1955.
 
"Esensi dari peringatan KAA merupakan pengingat bahwa perjuangan bangsa harus terus digelorakan dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik. Bukan semata berkenaan dengan penjajahan, namun guna menghadapi tantangan perkembangan zaman yang tetap harus diimbangi dengan nilai kemanusiaan," ungkap Oded.
 
Usai melepaskan burung merpati putih, para delegasi kemudian mulai menyusuri Jalan Asia Afrika menuju Gedung Merdeka. Kemudian rombongan diajak kilas balik sejarah Asia Afrika melalui saksi bisu sejarah yang tersimpan di Museum KAA.
 
Acara tersebut pun dilanjutkan dengan parade kostum dari berbagai negara dan daerah di Indonesia. Tarian jaipong khas Bandung, menjadi pembuka pageralan parade kostum tersebut.
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif