Keluarga dan kerabat tak kuasa menahan tangis saat ambulans tiba membawa peti jenazah Erik. Istri Erik, Mesti, 30, yang tengah hamil empat bulan pingsan. Sementara anak mereka, Kinar, 4, sempat memanggil ayahnya saat peti jenazah dibuka.
Erik Airlangga berangkat bersama 31 pendaki lain dari PTFI ke Gunung Cartenz, Papua, Kamis 14 April 2016. Namun dalam perjalan, Erik yang sudah beberapa kali mendaki Cartenz itu mengalami hypothermia saat badai salju. Korban sempat mendapat pertolongan pertama dari tim Emergency Preparedness dan Response (EP&R) dari tim PTFI yang turut dalam pendakian. Korban juga sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Tembagapura dan dirawat selama dua jam, namun tidak tertolong hingga menghembuskan napas terakhir, pada Minggu 17 April 2016, pukul 07.00 WIT.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Kakak Erik, Widia mengaku pasrah dan menerima dengan ikhlas kepergian adiknya itu. Jenazah akan dimakamkan di tempat pemakaman umum di Kalawi, Ciamis, Jawa Barat.
"Keluarga mengganggap itu kecelakaan. Kami menerima dengan pasrah. 32 orang yang berangkat dalam memperingati Hari Kartini ini kegiatan Freeport sendiri. Adik saya memang rutin mengikuti kegiatan ini," kata Widia.
Baca: Karyawan Freeport Meninggal Saat Daki Gunung Cartenz
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
