Jumat 28 Juli 2017, sekira pukul 11.00 WIB, para siswa berkumpul di halaman sekolah. Mereka membawa berbagai poster. Satu diantaranya bertuliskan: Bebaskan Kepala Sekolah Kami.
Fajar, Ketua OSIS SMAN 27 Kota Bandung, mengatakan ia dan rekan-rekannya menggelar aksi untuk NK. "Kepala sekolah kami tak bersalah," kata Fajar, 17, kepada metrotvnews.com.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Baca: Kepsek di Bandung Dibekuk atas Dugaan Pungli Bernilai Ratusan Juta Rupiah
Siswa yang duduk di bangku kelas XII IPA 3 itu menegaskan pihak sekolah tak pernah melakukan pungutan liar. Lantaran itu, ia membantah NK melakukan tindakan memungut uang di luar aturan.
"Tidak ada (pungutan liar). Bisa dilihat sarana dan prasarana di sekolah ini saja minim. Kita tidak pernah dipungut biaya untuk apapun," tegas Fajar.

(Bagian depan SMAN 27 Bandung, MTVN - Octavianus)
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Sarip Rustandi menegaskan, aksi tersebut merupakan aspirasi siswa setelah mendengar kabar penangkapan NK. Kabar itu, lanjut Sarip, mengganggu mereka.
"Ditambah lagi banyak teman - teman mereka di sekolah lain banyak menanyakan mengenai informasi tentang kabar operasi tangkap tangan itu," ungkap Sarip.
Baca: Pihak Sekolah Bantah Kepala SMAN 27 Ditahan
Para siswa, ujar Sarip, hanya ingin bersekolah dengan tenang. Mereka tak mau terpengaruh dan terganggu dengan pemberitaan di media yang belum tentu benar.
"Mereka jengah, mereka mendukung sekolah agar tenang kembali," tegasnya.
Kemarin, Tim Saber Pungli melakukan OTT terkait dugaan pungli di SMAN 72 Kota Bandung. Tim membawa NK ke Mapolda Jabar untuk pemeriksaan.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus mengatakan NK terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis siang 27 Juli 2017. Kasus tersebut berkenaan dengan proses penerimaan siswa baru.
NK diduga menerima 79 siswa baru di luar jalur reguler. Puluhan siswa itu dapat bersekolah tanpa harus melalui jalur akademik dan nonakademik.
Syaratnya, setiap siswa menyetor uang Rp12 juta. Menurut Yusri, NK menyebutkan uang itu sebagai biaya pembangunan kelas baru berikut peralatan meja tulis dan biaya operasional per tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
