Gedung SMAN 10 Bandung. Foto: MTVN/Roni
Gedung SMAN 10 Bandung. Foto: MTVN/Roni (Roni Kurniawan)

Orang Tua Siswa SMAN 10 Bandung Sebut Ada Alumni Bully Putrinya

Roni Kurniawan • 28 Juli 2015 17:06
medcom.id, Bandung: FH, siswa kelas 12 SMAN 10 Kota Bandung, mengaku mendapatkan kekerasan dari alumni sekolah tersebut. Pemicunya hanya karena FH dikeluarkan dari grup pertemanan di media sosial Line.
 
FH tidak mengira dikeluarkannya dari grup pertemanan pada bulan puasa lalu berbuntut panjang. Ia harus menerima tindakan kekerasan dari salah seorang teman kakak kelasnya.
 
"Awalnya, anak saya cuma nanya kenapa dikeluarin di grup Line. Udah cuma nanya gitu doang," ujar Mila, ibu kandung FH, saat ditemui awak media, di SMAN 10 Kota Bandung, Jalan Cikutra, Selasa (28/7/2015).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Mila, kekerasan tersebut terjadi pada Senin, 27 Juli, saat anaknya hendak pergi meninggalkan sekolah. Namun, kakak kelas yang sudah menjadi alumni di sekolah tersebut menghubungi FH untuk bertemu di area sekolahan.
 
"Anak saya tadinya mau ada acara gateway makan-makan, balik lagi ke sini (sekolahan), karena tuh anak si alumni telepon anak saya nyuruh ketemuan. Terus diajakin ngobrol cari tempat sepi. Di situlah anak saya dibawa ke belakang ruangan lab. Tahu-tahu di situ anak saya disuruh minta maaf karena sudah kurang ajar," imbuh Mila.
 
Mila menuturkan, muka anaknya terus ditoyor sambil dipaksa untuk meminta maaf. Karena tak tahu apa penyebabnya, FH tak menyanggupi permintaan maaf tersebut.
 
"Sambil megang muka anak saya, dia bilang, maneh minta maaf ka bengeut aing ayeuna (kamu minta maaf ke muka saya sekarang) sambil terus ditoyor-toyor kepala anak saya," tutur Mila.
 
Pada saat itu, salah seorang teman di sekolah anaknya yang hendak mengambil motor di area parkir melihat kejadian tersebut dan menanyakan kejadian tersebut kepada FH.
 
"Pas dipanggil sama temennya yang mau ambil motor di parkiran, ia tiba-tiba ditarik sama pelaku terus ditampar," lanjutnya.
 
Diakui Mila, ia mendapatkan kabar tersebut ketika anaknya menelepon sambil menangis. Mendengar kabar seperti itu, Mila mengaku langsung bergegas ke sekolah tersebut. Mila pun hendak melaporkan kejadian tersebut kepada kepala sekolah.
 
"Saya kemarin langsung mau lapor ke Kepsek, tapi beliau lagi tidak ada. Jadi, saya langsung lapor ke polisi dan melakukan visum. Karena saya berasumsi pelaku sudah lebih dari 17 tahun karena sudah lulus SMA," terangnya.
 
Hingga berita ini dibuat, belum diperoleh konfirmasi dari pengelola SMAN 10 Bandung maupun alumni yang disebut melakukan bully tersebut.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(UWA)
TERKAIT
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif