Menurut Kepala Desa Sindangpanji, Supriatna Sucup, jalur utama Cirebon-Tasikmalaya terputus sepanjang 40 meter. “Sedangkan kedalamannya mencapai 50 meter,” ujar Sucup, Senin (15/02/2016).
Menurut Sucup, wilayahnya tersebut cukup rawan longsor. Tanah yang menjadi penyangga utama jalan di wilayah tersebut cukup labil, sehingga sangat mudah tergerus dan mengakibatkan longsor. Peristiwa longsor kali ini merupakan kejadian untuk kesekian kalinya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Sucup menjelaskan, longsor dipicu hujan lebat sepanjang sore hingga malam, Minggu 14 Februari 2016. Untuk mengamankan pengguna jalan, jalur tersebut terpaksa ditutup, tanpa ada batas waktu.
“Tadi pagi sempat dibuka untuk pelajar yang sekolah, tapi sekarang ditutup lagi, sudah sejak malam jalur ini ditutup,” kata Sucup.
Warga dari arah Cirebon yang ingin ke Tasikmalaya atau sebaliknya, bisa menggunakan jalur di depan Kecamatan Darma Kuningan-Cipulus-Cidulang-Cikijing. Pengguna jalan juga bisa menggunakan jalur melalui Majalengka-Cigasong dan nantinya mengarah ke Rajagaluh.
“Kalau jalur ini sama sekali tidak bisa digunakan, separuh jalannya hilang terkena longsor,” ujar Sucup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
