NEWSTICKER
    Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany menegaskan biaya pengolahan darah ditanggung oleh APBD Kota Tangsel (Foto:Dok.Pemkot Tangsel)
    Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany menegaskan biaya pengolahan darah ditanggung oleh APBD Kota Tangsel (Foto:Dok.Pemkot Tangsel) (Anggi Tondi Martaon)

    Airin Tegaskan Pengolahan Darah di Tangsel Gratis

    pemkot tangsel
    Anggi Tondi Martaon • 01 Juli 2019 16:14
    Jakarta: Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany menegaskan bahwa pengolahan darah di wilayahnya gratis. Layanan tersebut diperuntukkan bagi warga yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Tangsel.
     
    Infromasi tersebut disampaikan Airin saat menghadiri halalbihalal di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Tangsel, Serpong, Minggu, 30 Juni 2019. Dia menjelaskan, biaya pengolahan darah ditanggung oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangsel.
     
    "Masyarakat yang memiliki KTP Tangsel, silakan datang ke PMI, dan pembiayaan di Tanggung oleh PMI Tangsel, karena PMI akan mengklaim ke Dinas Kesehatan,” kata Airin dalam keterangan tertulis, Senin, 1 Juli 2019.

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


    Airin pun meminta program tersebut disosialisasikan secara masif agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga Tangsel.
     
    "Tolong sampaikan kepada masyarakat Tangsel yang memiliki KTP Tangsel, darah di Tangsel gratis," katanya.
     
    Lebih lanjut Airin mengatakan, senang dengan perkembangan fasilitas yang ada di kantor Unit Donor Darah (UDD) PMI Tangsel. Diharapkan pelayanan yang diberikan semakin baik.
     
    "Saya berterima kasih kepada UTD, pengurus PMI Kota Tangsel yang telah kompak untuk memiliki komitmen yang sama, visi yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," kata Airin.
     
    Airin Tegaskan Pengolahan Darah di Tangsel Gratis
     
    Kepala UDD Kota Tangerang Selatan Suhara Manullang mengatakan, perbaikan fasilitas berdampak pada jumlah peningkatan angka pendonor darah di PMI. Persentase peningkatan mencapai 200-300 persen.
     
    "Biasanya 10 orang sehari. Sekarang sampai 30 orang sehari. Bersyukurnya akhir pekan lebih ramai lagi," kata Suhara.
     
    Sementara itu, Kepala Dinas kesehatan Kota Tangsel Deden Deni menegaskan program pengolahan darah gratis sudah diterapkan sejak 2018. Namun, belum banyak warga yang mengetahui program tersebut. 
     
    "Tahun lalu, anggaran kita sebesar Rp5 miliar untuk program ini. Tahun ini menjadi Rp2,2 miliar. Karena berdasarkan hasil evaluasi penyerapan tidak sebesar itu. Akhirnya, tahun ini kita tetapkan Rp2,2 miliar. Kami berupaya agar masyarakat Tangsel mengetahui program ini," kata Deden.
     

    (ROS)
    FOLLOW US

    Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

    Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

    unblock notif