Namun, ada yang berbeda saat peluncuran Layad Rawat di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Rabu, 26 Juli 2017. Di antara para tenaga medis, tampak mojang geulis yang jadi perhatian ratusan pasang mata.
Dia adalah Indah Kusumaningrum, salah satu dari 1.598 tenaga kesehatan dalam program Layad Rawat tersebut. Gadis 23 tahun berparas elok dan rambut panjang itu siap melayani langsung masyarakat. Dia akan meluncur, bahkan di permukiman padat, dengan sepeda motor untuk memberikan penanganan medis.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Para petugas medis, termasuk Indah, bekerja bila ada panggilan darurat melalui aplikasi atau telepon nomor 119.
"Kalau ada yang pura-pura sakit, ada sanksinya," kata Ridwan Kamil mengantisipasi orang iseng. "Saya sarankan Dinkes merumuskan sanksi itu," tegas pemilik sapan Emil itu ditempat yang sama.
Emil mengatakan Layad Rawat sebagai upaya Pemkot Bandung untuk memberikan pelayanan kesehatan lebih baik bagi warga miskin.
"Program Layad Rawat yaitu merawat mendatangi warga-warga tidak mampu, warga miskin kota yang perlu dirawat di rumahnya. Bukan tipe penyakit yang berat atau intensif yang memang harus ke rumah sakit," urai Emil.

Sepeda motor untuk Layad Rawat.
Pemkot Bandung menyediakan 11 unit sepeda motor agar bisa menjangkau ke pemukiman padat. Jumlah kendaraan tersebut, lanjut Emil, akan ditambah agar bisa mencangkupi seluruh kecamatan di Kota Bandung.
"Sekarang baru 11, jadi masih kurang 19 lagi karena di Bandung ada 30 kecamatan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
