Kawasan yang dikenal karena berjejerannya factory outlet dan tempat kuliner ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Kini trotoar yang terbuat dari batu granit itu sudah dilengkapi dengan fasilitas kursi klasik, bola batu, pot bunga serta papan informasi petunjuk arah. Mirip trotoar di Jalan Asia Afrika.
"Saya minta tolong kebersihan di kapling masing-masing diurus sendiri. Kan ada kebersihan masing-masing. Ya, 15 menit sekali buat kebersihan," ujar pria yang akrab disapa Emil saat meresmikan trotoar pedestrian, di Jalan Riau, Kota Bandung, Senin (28/12/2015).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Emil bahkan menantang para petinggi perusahaan di kawasan tersebut untuk turun langsung membersihkan area tempat usahanya termasuk merawat bunga yang sudah diwadahi di dalam pot.
"Ada kembang-kembang yang kami sediakan, tolong disiram. Kalau cinta Bandung mah si manajernya aja turun tangan. Jarang-jarang kan turun langsung, jadi jangan nunggu office boy-nya yang nyiram atau nyuruh sama bawahannya. Kalau cinta sama Bandung itu juga," kata Emil.
Secara tak langsung, Emil juga menggagas program meningkatkan perekonomian para pengusaha di Jalan Riau. "Kalau trotoarnya enak, orang akan lebih lama menghabiskan waktu. Duduk lama, belanja, haus beli minum lagi, lapar jajan lagi, terus belanja lagi," kata dia.
Emil pun meminta pengusaha di kawasan Jalan Riau turut menyumbang fasilitas publik sebagai bentuk kepedulian.
Perbaikan trotoar pedestrian di Jalan Riau ini molor setahun. Alasannya, proyek berbiaya lebih dari Rp40 miliar itu sempat melakukan lelang ulang akibat pemenang lelang pertama tidak bisa mengerjakan proyek sesuai rencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
