Pantauan Metrotvnews.com di Sungai Kesunean, Kota Cirebon, Jawa Barat, pemancing hanya menggunakan botol bekas larutan penyegar dan terigu mentah. Cara membuat dan menggunakannya, ujung bawah botol dipotong. Setelah itu, badan botol sekitar 5 sentimeter dilubangi dengan paku panas, agar nanti air bisa keluar-masuk. Sedangkan dari ujung botol satunya (dekat penutup) yang berbentuk mengerucut, tidak dilubangi.
Di ujung botol yang dilubangi, dibuat tali untuk penariknya seperti membuat tali untuk layangan. Di atas botol dipasang pelampung agar botol tidak tenggelam seluruhnya agar ikan mudah masuk. Setelah itu, ujung yang tidak dilobangi, diisi air dan dimasukkan terigu sebanyak satu sendok teh.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
“Umpannya harus terigu. Saya pernah menggunakan yang lain tidak bisa,” kata Manto, salah satu warga yang sedang memancing, Sabtu (10/10/2015).
Saat botol dilempar ke sungai, larutan terigu keluar dari lubang-lubang di badan botol dan menarik ikan untuk datang. Saat ikan masuk perangkap, pemancing langsung menarik pancingnya.
“Ikan itu nggak bisa mundur, jadi pas masuk dia nggak bisa keluar lagi. Makanya tak dianjurkan pakai botol berdiameter besar. Kebanyakan ikan yang didapat adalah ikan blanak. Dalam satu jam kalau lagi banyak bisa dapat 1 kilogram,” kata Manto.
Memancing menggunakan botol baru marak di Cirebon sebulan terakhir. Dari penuturan Manto, mancing dengan menggunakan botol ini berawal dari adanya pengambilan gambar sebuah acara televisi tentang petualang di tempat pelelangan ikan (TPI) di Pantai Kejawanan. Dalam salah satu adegannya, sang petualang menggunakan cara mancing tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
