Cendikiawan Suryatmaja tampak serius mengikuti ujian di ruang 7 di SDN Bondongan, Bogor Selatan, Senin 4 Mei. Ia mengikuti ujian kesetaraan tingkat SMP karena bocah itu mendapat peluang untuk mempersingkat masa sekolahnya.
Tampaknya, Diki, demikian ia biasa disapa, tak kesulitan menjawab soal. Meski berusia lebih muda, Diki tampak begitu gampang menjawab soal satu per satu. Setelah selesai, Diki pun menyerahkan soal ke pengawas di bagian depan ruangan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Diki sepertinya tidak paham soal keharusan mengikuti ujian tingkat SMP. Ia mengaku mengikuti ujian atas arahan orangtuanya. Lalu, apakah bocah itu mampu menjawab soal?
"Bisa," jawab Diki yang mengenakan baju bercorak batik di depan SDN Bondongan.
Setahun lalu, Diki masih duduk di bangku kelas 4 SD. Namun Diki mengharumkan nama bangsa di kanca internasional dengan menjuarai lomba fisika di Hong Kong.
Kemudian, orangtuanya memindahkan bocah bertubuh tambun itu ke Singapura. Tujuannya, Diki dapat menyalurkan bakat putranya tersebut.
"Saya ingin ketemu ahli fisika," ungkap Diki suatu waktu seperti yang dituturkan Hani, ibunda Diki.
"Saya mengikuti kehendak anak aja. Karena kalau dipaksakan, tidak baik," lanjut Hani.
Rencananya, Diki kembali mengikuti lomba fisika se-Asia pada Agustus 2015. Lokasi lombanya yaitu di Hong Kong.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
