Ilustrasi: MI/Panca Syurkani
Ilustrasi: MI/Panca Syurkani (Roni Kurniawan)

Batu Akik Pancawarna Sumbangan Warga Garut Jadi Suvenir KAA

konferensi asia afrika
Roni Kurniawan • 10 April 2015 10:22
medcom.id, Bandung: Batu akik jenis pancawarna asal Garut akan dijadikan suvenir untuk kepala negara beserta delegasi yang menghadiri peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA). Hal itu diungkapkan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, setelah menerima kedatangan tokoh masyarakat Garut di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kamis (9/4/2015).
 
Menurut pria yang akrab disapa Emil itu, batu akik pancawarna akan dibentuk menjadi liontin yang diperuntukkan ibu negara peserta KAA. Namun, untuk desainnya, Emil mengaku membentuk tim dari Bandung untuk memudahkan proses komunikasi dan pengerjaan.
 
"Maka disepakati kalau kepala negara, batu raja dan Sukabumi, untuk ibu negara memakai pancawarna liontin. Batu ini akan dibagi kepada seluruh pengrajin dibagi rata. Kalau ukurannya kecil dibuat besar supaya lima warnanya terhimpun," ujar Emil kepada wartawan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Emil bangga kepada warga Garut yang ingin berpartisipasi untuk mensukseskan KAA dengan menyumbangkan bongkahan batu akik jenis pancawarna sebanyak 60 kilogram. Untuk mempromosikan batu tersebut agar mendunia, Emil pun berjanji memberikan keterangan pada box liontin tersebut.
 
"Warga Garut menyumbang luar biasa. Mentahnya itu satu kilo Rp5 juta, mereka menyumbangkan 60 kg. Saya haturkan terima kasih. Untuk membantu, kita juga berjanji mempromosikan dengan memberikan keterangan kecil pada box liontin," jelas Emil.
 
Sementara itu, Dicky Chandra selaku perwakilan dari warga Garut merasa bangga diberikan ruang untuk mempromosikan potensi daerah dengan menyumbangkan batu akik pancawarna.
 
"Saya bangga, selaku masyarakat Garut yang lagi mengembangkan pancawarna diberikan ruang untuk memberikan sumbangan batu akik pancawarna seberat 60 kilogram," ujarnya usai melakukan pertemuan dengan Emil.
 
Menurut dia, Batu yang berasal dari daerah Desa Caringin, Kecamatan Bungbulang, merupakan bentuk kepedulian warga Garut kepada Indonesia untuk menjadi bagian dari sejarah KAA.
 
"Ini bagian dari kepedulian kita kepada Indonesia kita bangga bisa memberikan yang terbaik untuk para tamu KAA," jelasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(BOB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif