Tatang Koswara. (Sumber: Youtube)
Tatang Koswara. (Sumber: Youtube) (Antara)

Kisah Meninggalnya Sniper Terbaik Dunia Asal Indonesia

tatang koswara
Antara • 04 Maret 2015 13:30
medcom.id, Bandung: Sniper terbaik dunia asal Indonesia, Tatang Koswara meninggal dunia pada Selasa 3 Maret malam, usai tampil di salah satu acara televisi. Tatang diketahui terkena serangan jantung sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.
 
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka, Jalan Sayuran, Kavling Lumba-Lumba Nomor 2, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung sebelum dimakamkan di tempat pemakaman umum yang terletak di dekat kediamannya.
 
Menurut anak ketiga Tatang, Tubagus Abdiyuda, salah satu anggota elit TNI pada 1970-an tersebut merasakan sesak napas usai jeda segmen pertama acara televisi tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi setelah beberapa segmen, ada selingan artis cilik Alifa, ada polwan juga. Terus ketika masuk segmen bapak selanjutnya sudah terasa. Jantungnya sesak. Itu kejadiannya sekitar jam 7 atau 07.30 malam," kata Tubagus.
 
Setelah merasakan sesak itu, Tatang langsung dibawa ke rumah sakit di kawasan Jakarta Selatan. Namun, sayang, nyawanya tak dapat tertolong.
 
Tubagus mengatakan, pria berusia 69 tahun itu sudah menderita penyakit jantung sejak 14 tahun lalu. Namun, karena semangat hidupnya yang kuat, Tatang mampu bertahan dari serangan-serangan jantungnya.
 
"Jadi kalau kambuh itu sampai keluar keringat dingin. Tapi bapak terus berjuang. Suatu waktu ia bercerita kalau kambuh itu seperti hampa, enggak bisa menghirup udara. Tapi dengan tenaga dan keinginan yang kuat bisa lagi
(bernapas)," kata dia.
 
Sebelum meninggal, sekitar tiga bulan lalu, Tatang sempat berpesan kepada Tubagus untuk menjaga keluarganya. Tubagus sendiri merasa khawatir dengan kepergian sang ayah ke Jakarta untuk tampil di acara televisi. Namun, memang saat pergi ke Jakarta, ayahnya tidak mengeluhkan sakit dan cukup sehat untuk ke Jakarta.
 
"Jadi sekitar tiga bulan lalu itu, bapak tiba-tiba saja bilang ke saya. Tolong jagain mamah sama saudara kamu. Itu seperti pesan khusus gitu," kata Tubagus.
 
Semasa hidupnya, Tatang yang berpangkat Pembantu Letnan Satu (Peltu) menjalankan usaha warung sederhana untuk menyambung hidupnya selepas pensiun. Ia juga pernah  memberikan pelatihan menembak TNI.
 
Tatang merupakan penembak jitu atau sniper terbaik di dunia asal Indonesia. Nama Tatang masuk dalam 14 besar urutan Sniper's Roll of Honour yang tercatat dalam buku Sniper Training, Techniques and Weapons (2000) yang ditulis Peter Brookesmith.
 
Di bawah komando Letnan Kolonel Edi Sudrajat kala itu, Tatang menjadi sniper yang masuk ke jantung pertahanan musuh pasukan fretilin saat perang di Timor Timur pada 1977-1978. Tatang pernah mendapat ranking tiga saat mengikuti pendidikan sniper dari Kapten Conway anggota Green Barets Amerika Serikat pada 1973.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(LOV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif