"Enggak tahu mau pindah jualan di mana. Karena saya sudah 24 tahun berjualan di sini. Kios ini juga baru empat bulan saya pakai karena baru diperbaiki," ujar Supriatna, 40, salah seorang PKL saat ditemui Metrotvnews.com di sela-sela membongkar kios miliknya, Selasa (16/6/2015).
Supriatna menyayangkan sikap pemerintah setempat (camat) yang mengharuskan lapak usahanya dibongkar hari ini. Terlebih beberapa hari ke depan akan memasuki bulan suci Ramadan, salah satu moment untuk mengais rezeki.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Sebelumnya, para PKL menolak keras membongkar kios. Bahkan mereka sempat memblokir ruas Jalan Raya Dayeuhkolot beberapa saat sebelum melakukan negosiasi dengan Kecamatan Dayeuhkolot dan Satpol PP Kabupaten Bandung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
