Area proyek pembangunan sarana olahraga Hambalang di Bogor, MTVN - Mulvi
Area proyek pembangunan sarana olahraga Hambalang di Bogor, MTVN - Mulvi (Mulvi Muhammad Noor)

Warga Bogor Menunggu Kabar Kelanjutan Proyek Wisma Hambalang

hambalang
Mulvi Muhammad Noor • 24 Maret 2016 18:46
medcom.id, Bogor: Pemerintah Joko Widodo masih gamang soal kelanjutan mega proyek Wisma Atlet Hambalang. Di satu sisi, pemerintah ingin menyelamatkan proyek aset negara. Namun di sisi lain, pemerintah masih pikir-pikir soal ketidaklaikan lokasi dan kondisi bangunan yang kian usang.
 
Kegalauan juga dirasakan pula warga Kampung Hambalang, yang berada di wilayah Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ada warga yang mendukung. Tak sedikit pula bertanya-tanya dengan pembangunan wisma atlet yang tak kunjung usai. 
 
Jajang Mulyana, 53, warga Kampung Hambalang menginginkan Pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) tersebut dilanjutkan. Baginya, proses proyek tersebut mampu memberikan pemasukan bagi warga sekitar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau dulu, waktu masih ada pengerjaan di sini kan ramai. Banyak juga warga yang ikut kerja bangunan di sana," kata Jajang yang rumahnya persis di seberang gerbang masuk proyek P3SON, kepada Metrotvnews.com, Kamis (24/3/2016).
 
Berkah juga dirasakan pemilik warung kopi dan makanan. Banyaknya pekerja di P3SON sempat membuat warga sekitar sempat membuka warung nasi dadakan. 
 
"Pekerjanya ada juga dari luar, kontrakan deket-deket sini jadi penuh. Kalau saya sih pengennya proyek ini berlanjut biar gak sepi lagi kaya sekarang," kata dia. 
 
Misar, 55, warga lainnya juga mengakui adanya geliat ekonomi saat proyek belum dihentikan. Namun, Ia khawatir proyek mengancam keselamatan warga atau pekerja, jika di lanjutkan pemerintah. 
 
"Itu kan tanahnya labil, pernah beberapa kali terjadi longsor di dalam wisma atlet. Misalnya di dekat area masjid. " kata Misar. 
 
Menurutnya sebelum proyek dimulai, kawasan wisma atlet sudah terkenal rawan longsor. Areanya berada di sekitar bidang tanah yang warga menyebutnya dengan nama rawa inggeung.
 
"Kalau diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, rawa inggeung itu artinya rawa bergoyang. Memang sejak dulu disitu tanahnya labil, basah karena dekat mata air," kata dia. 
 
Sementara itu, hingga saat ini proyek yang sudah menyeret sejumlah pejabat ke kursi pesakitan ini masih dihentikan. Area proyek seluas 32 hektar dibatasi dinding dan hanya dijaga empat orang petugas keamanan yang bekerja secara bergantian siang-malam. 
 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif