Ratusan korban banjir itu mengungsi di dua tenda yang disediakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang. Pengungsi harus antre menggunakan toilet darurat dalam bus BPBD yang ada di lokasi itu.
"Yang menjadi kendala adalah sulitnya mendapatkan air bersih seperti untuk mandi, mencuci pakaian, dan keperluan lainnya," kata Ketua Rukun Tetangga (RT) Yudiman saat ditemui Metrotvnews.com, di Desa Sindang Pakuon, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (19/4/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Toilet untuk pengungsi yang disediakan BPBD Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (Foto: MTVN/Ismail)
Meski demikian, untuk kebutuhan makan dan minum para korban banjir itu cukup memadai. Tim Siaga Bencana BPBD Kabupaten Sumedang dan Tagana siap memberikan bantuan kepada para pengungsi."Alhamdulillah. Kalau untuk makan dan minum kami sangat cukup bahkan lebih dari cukup," kata dia.
Sementara itu, Kepala Seksi Kedarutatan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang Yedi mengatakan, BPBD Jawa Barat sudah menyediakan MCK darurat untuk pengungsi. Dia mengakui fasilitas MCK untuk pengungsi belum memadai.
"Untuk kebutuhan MCK masih belum mencukupi. Namun, untuk kebutuhan air bersih sudah sangat memenuhi kebutuhan pengungsi," kata Yedi.
BPBD Kabupaten Sumedang membangun beberapa tenda untuk 140 jiwa yang terdampak banjir bandang di Dusun Gunung Tanjung, Desa Sindang Pakuon, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Selain tenda, ada dapur umum, pos medis, tenaga medis, dan bantuan makanan dan minuman disediakan di lokasi pengungsian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
