Bangkai bus terbalik di perkebunan warga usai terlibat kecelakaan beruntun di Kampung Parabon, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jabar. (Metrotvnews.com/Mulvi M Noor)
Bangkai bus terbalik di perkebunan warga usai terlibat kecelakaan beruntun di Kampung Parabon, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jabar. (Metrotvnews.com/Mulvi M Noor) (Mulvi Muhammad Noor)

Bus Kitrans Diduga Gunakan Tanda Uji Mobil Boks

kecelakaan mobil
Mulvi Muhammad Noor • 01 Mei 2017 11:30
medcom.id, Bogor: Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat turut menyelidiki kelaikan dan legalitas Bus Kitrans bernopol B 7057 BGA yang terlibat kecelakaan maut beruntun di Ciloto, Cipanas, Kabupaten Cianjur, Minggu, 30 April 2017. Bus diduga menggunakan tanda uji ilegal.
 
Kadishub Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, menemukan peneng yang tidak sesuai peruntukan. Peneng merupakan salah satu tanda uji kelaikan yang dikeluarkan dinas terkait, selain stiker dan buku uji, untuk menandai kendaraan lolos uji Kir. Biasanya, dipasang dekat plat nomor kendaraan.
 
Baca: Polisi Menyinkronkan Hasil Olah TKP dengan Keterangan Saksi

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Informasi dari penguji, nomor penengnya tidak terdaftar (di DKI, red). Informasinya, kode peneng yang terera biasanya digunakan untuk mobil boks," ujar Dedi di Ciloto, semalam.
 
Bus Kitrans Diduga Gunakan Tanda Uji Mobil Boks
Peneng yang melekat pada plat nomor Bus Kitrans.
 
Kode peneng bernomor 75909 yang terpasang di bus berlaku hingga 5 Juni 2017. Ini menjadi salah satu barang bukti untuk penyelidikan lanjutan.
 
Nantinya, Dishub Provinsi Jabar akan mencocokan kode peneng dengan buku uji yang hingga kini belum ditemukan. Selain peneng, petugas hanya mendapatkan STNK sebagai dokumen kendaraan.
 
"Buku ujinya belum kita temukan. Setelah ditemukan bukunya, akan dicocokan dengan peneng itu. Nanti bisa diketahui pasti apa benar pake tanda uji yang tak sesuai," tutur Dedi.

Saksi: Tubuh Pengendara Motor Terpisah


Berdasarkan data di STNK, Bus Kitrans diketahui diproduksi pada 1995. Dishub Jabar juga memastikan, rem belakang bus tidak berfungsi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(SAN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif