Salah satu jalan yang rusak parah ada di Jalan Raya Parung, Kampung Jati, seberang rumah makan Simpang Tigo atau sebelum Pasar Parung dari arah Bogor menuju Tanggerang. Jebakan maut terlihat di beberapa titik di jalur tersebut.
Kedalaman lubang di titik itu sekitar 30 centimeter. Sedangkan, lebarnya hampir memakan setengah badan jalan atau sekitar 2,5 meter.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Kondisi itu diperparah dengan minimnya penerangan jalan umum (PJU). Hanya ada satu PJU di sekitar titik tersebut. Itu pun kondisinya mati. Akibatnya, banyak pengendara yang berjatuhan.
"Semua kendaraan yang tidak sadar lewar situ, pasti bakal jatuh. Lubangnya dalam dan ada di kanan jalan yang berpotensi pengendara jalan kencang. Saya juga hampir jatuh, tapi saya ngerem. Cuma teman saya yang jatuh. Yang satu luka di tangan dan kaki dan yang satu di pundak," kata Muhamad Ikbal yang menyaksikan rekannya jatuh di Jalan Raya Parung pada Minggu, 25 Februari 2017, dini hari.
Menurut Ikbal, dirinya dan rekannya datang dari Bogor hendak menuju Tangerang. Mereka menyebut lubang di tengah jalan itu sebagai jebakan maut.
"Bahaya sekali. Ini sebelum teman saya, jam 11.58 WIB atau sekitar 15 menit sebelumnya, ada dua motor yang jatuh hampir bersamaan. Karena yang di belakangnya kagok. Korban, tangan dan kakinya patah. Yang satunya luka sobek katanya. Ini darah masih banyak di lokasi," lanjut Ikbal.
Ikbal berharap, pihak terkait segera memperbaiki jalan tersebut, sebelum korban lain berjatuhan. "Dalam kurun waktu satu jam saja, ada tiga kejadian pengendara motor terjatuh dan korbannya harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka cukup parah," tuturnya.
Jalan lain yang juga rusak parah adalah Jalan Pahlawan, Kecamatan Citeureup, bagian timur Kabupaten Bogor. Jalan penghubung antara Sentul, Babakan Madang atau dari arah Bogor Kota, Cibinong yang menggunakan jalan alternatif Sentul atau yang pengguna tol yang hendak ke Citeureup atau yang mengarah Pasar Cuteureup itu sudah mirip kubangan. Di lokasi itu pun sering terjadi kecelakaan di setiap harinya.
"Setiap hari ada saja kejadian kecelakaan. Bukan satu dua kejadian, tapi sering," kata Rahmat, warga sekitar.
Rahmat menjelaskan, warga sekitar kerap kali melakukan aksi protes. Terakhir tiga hari lalu. Puluhan warga yang tergabung dalam Buruh Masyarakat dan Pemuda (BMP) menggelar aksi di sekitar lokasi. Tuntutannya, jalan segera diperbaiki.
Kepala Balai IV Bina Marga Bambang Hartadi yang cakupan kerjanya tiga provinsi, yaitu Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat, mengatakan, pihaknya telah melakukan beberapa perbaikan dan pemeliharaan jalan di sejumlah titik. Dari 2.407 kilometer jalan yang dikelola pihaknya, ada beberapa jalan nasional dan provinsi sedang diperbaiki.
"Anggarannya di tahun ini turun dari tahun sebelumnya. Turunya sekitar Rp500 miliar. Itu karena banyak jalan yang kondisinya masih bagus dan baru dibangun," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(NIN)
