Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif menggelar jumpa pers terkait perampokan di toko emas Permata, Balaraja, Kabupaten Tangerang. Medcom.id/Hendrik Simorangkir
Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif menggelar jumpa pers terkait perampokan di toko emas Permata, Balaraja, Kabupaten Tangerang. Medcom.id/Hendrik Simorangkir (Hendrik Simorangkir)

Kronologi Perampokan Emas 6 Kg di Tangerang

perampokan
Hendrik Simorangkir • 11 Juli 2019 13:39
Tangerang: Muhammad Nazri Fadzil Rahman, 26, dan Muhammad Nur Iskandar, 23, dua perampok emas di Tangerang, Banten, berkewarganegaraan Malaysia ditangkap Polisi Diraja Malaysia. Polresta Tangerang mengaku sempat kesulitan mengidentifikasi dan menangkap pelaku karena hubungan diplomatik antarnegara.
 
"Kita sempat sulit menangkap mereka, karena saat itu mereka sudah kembali ke negaranya dan di sana ada aturan yang melindungi setiap warga negara," kata Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif dalam rilis kasus di Mapolresta Tangerang, Kamis, 11 Juli 2019.
 
Dengan kerja sama antar dua lembaga terkait, polisi bisa menangkap pelaku meski saat ini diamankan pihak Polisi Diraja Malaysia. Keduanya juga sedang diproses hukum karena terlibat tindak kriminal di Negeri Jiran tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka masih berproses hukum juga disana, nanti kita lakukan tindak lanjut agar mereka (pelaku) bisa kita amankan dan kenakan pasal juga," katanya.
 
Kronologi aksi
 
Kronologi perampokan emas bernilai Rp1,5 miliar di Toko Emas Permata, Balaraja, Kabupaten Tangerang, dimulai pada 13 Juni 2019. Kedua pelaku datang ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
 
Keduanya menyewa mobil untuk tiga hari ke salah satu toko di Penjaringan, Jakarta Timur, pada hari yang sama. Pelaku mulai bergerak menuju target pertama namun urung beraksi lantaran lalu lintas terlalu padat.
 
Kedua pelaku memilih untuk mencari lokasi lainnya dan memutuskan beraksi di Toko Emas Permata, Balaraja, Tangerang pada 14 Juni 2019. Kedua WN Malaysia itu menggasak perhiasan sebanyak enam baki yang dilaporkan korban mencapai enam kilogram.
 
Baca: Perampok Gasak 6 Kg Emas dari Toko Emas di Balaraja
 
Berhasil menggasak emas, keduanya melarikan diri menggunakan kendaraan roda empat yang disewa. Mobil kedua pelaku tersebut dilempari warga dengan batu.
 
"Saat mereka lari, tim kami langsung berkoordinasi dengan cepat yang mana dari hasil pemeriksaan saksi, mereka menggunakan mobil Avanza dengan kondisi kaca yang pecah usai dilempar batu oleh warga," jelas Sabilul.
 
Berhasil kabur ke Malaysia
 
Polisi yang berjaga di kawasan setempat sempat memblokade jalan menghentikan pelaku. Mobil pelaku sempat diadang kendaraan polisi di jalan tol. Namun kondisi kendaraan pelaku yang melaju kencang menabrak polisi dan berhasil kabur ke arah Merak.
 
Tak sampai disitu, lanjut Sabilul, keduanya kembali merampok di salah satu Pom Bensin kawasan Balaraja dan mengambil uang tunai senilai Rp4 juta. Keduanya kemudian melarikan diri melalui jalur udara.
 
"Tanggal 15 Juni 2019 itu mereka kembali ke Malaysia lewat Bandara Soekarno-Hatta, dengan membawa semua barang bukti hasil perampokan. Mereka hanya tiga hari di Indonesia dan menginap di salah satu hotel kawasan Serang," katanya.
 
Sebelum meninggalkan Indonesia, mereka mengembalikan kendaraan yang disewa dengan lebih dulu memperbaiki kaca mobil di kawasan Cimone. Pelaku akan dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman di atas 10 tahun penjara.'
 
Baca: Perampok 6 Kg Emas di Tangerang WN Malaysia
 

 

 
 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif