Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Marlinda Siti Hana mengatakan, wabah DBD sedianya menyerang perkotaan yakni di Kecamatan Garutkota, Tarogongkidul, Tarogongkaler, dan Karangpawitan.
"Ternyata kasus (DBD) ini sekarang sudah tidak lagi berada di perkotaan, namun wilayah selatan. Penyebaran wabah DBD sudah masuk ke Kecamatan Cibalong, Pamengpeuk dan Cisompet," kata Marlinda Siti Hana di Garut, Jawa Barat, Selasa (17/5/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Marlinda mengatakan, jumlah kasus DBD di Garut meningkat pada awal 2016. Meski demikian, tidak ada korban jiwa. Ada 35 hingga 40 kasus DBD selama Januari-Februari 2016. Pada Maret 2016, meningkat menjadi 45 kasus DBD. Sementara April hingga Mei masih dalam pendataan.
Menurut dia, peningkatan kasus DBD di Garut ini diakibatkan berbagai faktor. Di antaranya masalah mendiagnosa DBD yang banyak ditetapkan ketika trombosit turun, tanpa dilakukan uji laboratorium.
"Makanya untuk mengetahui kasus demam berdarah diperlukan pemeriksaan secara pasti. Misalnya pemeriksaan lab di rumah sakit," ujar dia.
Marlinda mengimbau masyarakat agar tidak resah meskipun kasus DBD di Garut yang mengalami peningkatan. Meski demikian, warga diminta tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan.
Pemberantasan nyamuk aedes aegypti sebagai vektor penyakit DBD itu, kata Marlinda, dapat dilakukan dengan menerapkan 3M yakni membersihkan, menguras, dan menutup tempat yang menjadi sarang nyamuk.
"Selalu perhatikan kebersihan lingkungan kita. Kalau terjadi DBD, laporkan ke puskesmas untuk selanjutnya dilakukan fogging," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
