Ketua Kobanter, Dadang Hamdani, mengatakan sekitar 20 persen penduduk di Bandung, Jawa Barat, menggunakan moda transportasi massal itu. Sebab, sudah banyak warga yang beralih menggunakan kendaraan pribadi, utamanya sepeda motor.
"Kalau turun tarifnya, kayaknya. Pengguna angkot sedikit, jadi diperebutkan sopir," kata Dadang di Bandung.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Sementara itu, harga suku cadang masih tinggi. Penurunan harga BBM tak dibarengi dengan penurunan harga suku cadang kendaraan.
Tapi, katanya, ia tengah berkoordinasi dengan koperasi lain terkait penentuan tarif. "Meski demikian, pesimistis kalau tarif angkutan turun," ujar Dadang.
Dari pantauan Metrotvnews.com, tarif angkutan umum tak berubah setelah pemerintah menurunkan harga BBM besubsidi. Misalnya tarif angkot jurusan Cicadas-Elang yang masih Rp7.000.
"Masih tetap sama. Setoran juga tetap. Belum ada instruksi untuk menurunkan tarif," kata Dede, 42, sopir angkot Cicadas-Elang, saat ditemui di Jalan Gatot Subroto Bandung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
