Taman Air Mancur Sri Baduga di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat -- ANT/Agus Bebeng
Taman Air Mancur Sri Baduga di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat -- ANT/Agus Bebeng (Reza Sunarya)

Kekeringan Sebabkan Air Mancur Sri Baduga Berhenti Beroperasi

kemarau dan kekeringan
Reza Sunarya • 15 September 2017 10:42
medcom.id, Purwakarta: Musim kemarau yang melanda Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, semakin mengkhawatirkan. Bahkan, kekeringan berdampak pada debit air di Situ Buleud atau Taman Air Mancur Sri Baduga.
 
Akibatnya, air mancur yang terletak tepat di tengah dan mengelilingi situ dengan luas kurang lebih 1 hektare tersebut tidak dapat dinyalakan. Pemerintah daerah memutuskan menghentikan pertunjukan air mancur yang diklaim terbesar se-Asia Tenggara tersebut karna kekurangan air.
 
"Mulai Sabtu (16 September 2017) besok, kami memutuskan menutup sementara Taman Air Mancur Sri Baduga karena debit air berkurang. Jadi, air mancur tidak bisa dinyalakan, daya tekan ke atasnya juga otomatis tidak akan kuat," kata Kepala Bidang Pariwisata Heri Anwar di Purwakarta, Jumat 15 September 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Baca: Taman Air Mancur Sri Baduga Habiskan Rp20 Juta Sekali Atraksi)
 
Heri tidak dapat memastikan, sampai kapan Air Mancur Sri Baduga berhenti beroperasi. Ia hanya memastikan, air mancur akan kembali dinyalakan saat debit air kembali mencapai batas normal.
 
"Jika debit air sudah kembali normal, kami akan beritahukan kembali kepada seluruh masyarakat bahwa air mancur sudah bisa disaksikan sebagaimana biasa," pungkasnya.
 
(Baca: Taman Air Mancur Sri Baduga untuk Hidupkan Ekonomi Kreatif)
 

(NIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif