Secarik kertas itu ia simpan di meja televisi di ruang keluarga di rumahnya di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa malam 28 Februari 2017. Ia pergi saat anggota keluarganya beribadah ke gereja.
"Saya masih bingung, sampai sekarang belum ada informasi jelas," ujar orang tua Ekin, Teger Beremamanta Bangun, 44, Jumat 3 Maret.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Surat Ekin
Surat tulisan tangan Ekin ini berisi alasan Ekin pergi dari rumah. Ia mengaku orang terpilih dan akan menyerahkan diri kepada Tuhan. Dia juga ingin menghilangkan keinginan duniawi.
"Bapa di Sorga telah memilih saya dan saya telah menyerahkan diri saya kepada Bapa di Sorga," tulis Ekin menggunakan tinta biru.

Surat Ekin
Ekin juga meminta seluruh anggota keluarga agar tidak khawatir, dan menyebarkan informasi ini kepada siapa pun termasuk media sosial. Ia berpesan agar orang tua dan anggota keluarga semakin taat beribadah.
Ekin meminta anggota keluarga menunggu 9 tahun. "Ibunya kenal tulisan Ekin. Itu memang tulisan dia," kata dia.
Bercita-cita Jadi Pendeta
Teger mengaku tidak melihat gelagat aneh yang ditunjukkan anaknya sebelum pergi dari rumah. Hanya, siswa kelas VIII di SMAN 1 Cibungbulang ini terlihat lebih pendiam.
"Saya tanya juga ke teman dan gurunya di sekolah. Seminggu ini Ekin lebih pendiam," kata dia.
Di mata keluarga, Ekin dikenal religius. Ia rajin pergi ke gereja terutama kebaktian setiap Minggu. Ekin juga sering berdiskusi bersama orang tuanya terkait agamanya dan perbandingan agama lain. Sejauh ini, tidak ada pemikiran aneh yang pernah dilontarkan Ekin.
"Diskusi biasa saja. Dia memang religius dan bercita-cita menjadi pendeta," kata Teger.
Teger menduga ada orang yang memengaruhi pemikiran anaknya terkait agama melalui media sosial. Terlebih akhir-akhir ini Ekin lebih aktif menggunakan ponselnya.
"Saya rasa kalau spontan gak mungkin pergi. Mungkin ada yang memengaruhi," ujarnya.
Kapolsek Leuwiliang Komisaris Nyoman Suparta membenarkan laporan ini. Hingga kini pihaknya belum mendapatkan informasi keberadaan anak pertama dari dua bersaudara itu.
"Laporannya kami terima Rabu. Belum ada informasi yang bersangkutan ditemukan," kata Nyoman.
Dia mengatakan polisi sudah memintai keterangan orang-orang terdekat, termasuk mendatangi sekolah Ekin di SMPN 1 Cibungbulang. Pihaknya belum bisa memastikan ada tidaknya unsur pidana pada kasus ini.
"Sudah kami upayakan mencari. Bagi siapa pun yang melihat Ekin, saya harap langsung membawa ke kantor polisi terdekat atau ke keluarganya," kata Nyoman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
