Rekan-rekan Tatang menilai guru honorer itu kerap jadi panutan guru lainnya. Pria yang taat beribadah itu juga dikenal ramah pada setiap orang.
Baca: Guru Olahraga Tewas Dikeroyok Orang tak Dikenal
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Pak Tatang itu guru yang paling baik. Dia ramah ke siapa saja, akhlaknya juga bagus. Ke siapa saja selalu menyapa," kata Kepala SMP YAS Bandung, Mahdar saat ditemui di rumah duka, Jalan Babakan H. Tamim RT 01 EW 13, Kota Bandung, Selasa (23/8/2016).
Mahdar bilang, sebelum kejadian, Tatang sempat pamitan pergi berenang bersama anak didiknya di Grha Melati, Cikadut, Kota Bandung. Mereka berangkat usai melaksanakan salat dzuhur berjemaah.
"Kemarin sempat salat dzuhur berjemaah dengan saya. Dia yang iqomah. Suaranya juga merdu sekali," turur Mahdar.
Baca: Guru Dikeroyok hingga Tewas, Emil Minta Polisi Tingkatkan Pengamanan
Mahdar pun mengaku sangat terpukul atas kepergian rekannya tersebut. Terlebih Tatang merupakan alumnus SD dan SMP YAS. Setelah lulus kuliah di UPI jurusan olahraga, Tatang mengabdi di sekolah tersebut.
"Beliau bukan guru PNS, tapi guru honorer yayasan sudah sertifikasi," pungkas Mahdar.
Sebagai tanda penghormatan terakhir, pihak sekolah YAS Bandung pun meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada Selasa 23 Agustus. Area sekolah YAS yang beradai di Jalan AH. Nasution menjadi titik awal keberangkatan jenazah Tatang ke pemakaman di kawasan Cijelekong, Kabupaten Bandung pada siang ini.
Dua dari tiga pengeroyok telah ditangkap jajaran Polsek Kiaracondong. Para tersangka mengaku tak terima setelah bersenggolan dengan sepeda motor korban.
Baca: 2 Pembunuh Guru Olahraga Diringkus
"Mereka mengejar korban dan memberhentikan laju kendaraannya. Para pelaku langsung mengeroyok korban," kata Kapolsek Kiaracondong Kompol Asral Bakar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
