
(Pekerja memasang granit di trotoar sisi kanan Gedung Merdeka untuk menyambut peringatan puncak HUT ke-60 KAA di Bandung, 2 April 2015, Metrotvnews.com/ Roni Kurniawan)
Dari pantauan Metrotvnews.com, Kamis 4 April, tiang bendera tak lagi tampak di bagian depan dan sisi kanan Gedung Merdeka, tepatnya di Cikapundung Timur. Sebagai gantinya, keramik granit dipasang menghiasi trotoar lengkap dengan LED penerangan jalan umum (PJU) bernuansa art-deco.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Abah Landoeng, saksi mata sejarah yang menyaksikan sejarah KAA, menyayangkan hal tersebut. Padahal tiang bendera itu saksi bisu pemersatuan negara-negara di kawasan Asia dan Afrika pada 1955.

(Lampu artdeco menghiasi bagian depan Gedung Merdeka menggantikan tiang bendera negara-negara Asia Afrika, Metrotvnews.com/ Roni Kurniawan)
Abah Landoeng sedih tak lagi melihat banyak tiang bendera di sekitar Gedung Merdeka. Padahal, pria yang kini berusia 86 tahun itu bersama sejumlah pemuda Bandung yang memancangkannya.
"Dulu saya sama rekan-rekan lainnya mengecat dan menancapkan tiang-tiang bendera. Tapi sekarang sudah tidak ada, saya sedih. Kalau pun akan dipindahkan atau dipasang kembali, nilai sejarahnya sudah hilang," ujar Landoeng sambil menunjuk ke arah halaman Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika.
Pemerhati sejarah, Abah Nanu, pun mengungkapkan hal senada. Seharusnya, kata pria berusia 55 tahun itu, pemerintah berembuk dengan pelaku sejarah dan budayawan Kota Bandung. Menurutnya, pemindahan tiang bendera menyinggung pelaku sejarag dan menghilangkan nilai-nilai sejarah mengenai peringatan KAA.
" Karena Gedung Merdeka sebagai warisan cagar budaya milik Kota Bandung, Indonesia dan negara-negara peserta KAA," ujar Nanu mendampingi Abah Landoeng.

(Aksi budayawan memprotes pencopotan tiang bendera depan Gedung Merdeka, Metrotvnews.com/ Roni Kurniawan)
Seniman asal Bandung, Rahman Jabaril, berharap Wali Kota Ridwan Kamil menanggapi aksi protes itu. Bila tidak, ia dan rekan-rekannya akan mendatangi Wali Kota mempertanyakan pencopotan tiang-tiang bendera tersebut. Lantaran itu, Rahman dan teman-temannya menggelar ruwatan sebagai bentuk protes atas pencopotan tiang-tiang itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
