"Dia izin dan minta doa supaya selamat sama saya pas tanggal 8 kemarin mau berangkat ke Semeru," ujar Reksi Radiansyah, 22, sahabat Dania saat ditemui di area kampus UNPAS Fakultas Teknik Industri, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/8/2015).
Reksi mengaku tak ada tanda-tanda yang menyebutkan itu pertemuan terakhirnya dengan Dania. Selama berteman, Reksi menilai Dania sosok yang periang dan ramah. Di hari-hari terakhirnya sebelum ke Semeru, Reksi tetap melihat sifat itu pada Dania.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Namun layaknya seorang sahabat, Reksi tetap mengingatkan Dania berhati-hati saat mendaki. Ia juga berharap pendakian itu berjalan lancar.
"Saya paling ngasih pesan jaga kesehatan dan keselamatan," kata Reksi.
Bagi Reksi, Dania merupakan gadis yang aktif berorganisasi. Dania bergabung dalam hubungan masyarakat (Humas) Himpunan Mahasiswa Teknik di kampusnya.
"Di Humas, dia sangat aktif. Apalagi kalau tidak ada yang ngerti, dia enggak segan-segan untuk bertanya. Terus juga, dia mah enggak pundungan (ngambek) kalau dijailin sama teman-teman," tuturnya.
Awalnya, Reksi tidak percaya Dania meninggal karena longsor di Gunung Semeru. Ia pun memastikan informasi mengenai sahabatnya.
"Ternyata memang benar itu Dania sahabat kita. Kita sangat kehilangan sosok Dania yang selalu riang," kata Reksi dengan mata berkaca-kaca.
Dania meninggal ketika mendaki puncak Gunung Semeru bersama tiga rekannya pada Rabu 12 Agustus 2015. Dania meninggal dunia karena kepalanya tertimpa batu besar akibat longsor yang terjadi saat melakukan pendakian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
