Sejak dibuka untuk umum pada 31 Desember lalu, Teras Cikapundung menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Bandung. Pengunjung tidak dikenakan biaya untuk menikmati hutan kota di kawasan aliran Sungai Cikapundung ini. Cukup mengeluarkan uang parkir kendaraan di lokasi ini.
"Iya, pingin ke sini. Penasaran karena belum pernah. Kemarin pas malam tahun baru pingin ke sini tapi penuh banget, terus macet di jalannya. Susah parkir juga. Jadi sekarang aja sekalian bawa main anak ke sini. Murah juga, hanya bayar parkir motor Rp3 ribu," kata Deden, 48, warga Cibaduyut Bandung saat ditemui Metrotvnews.com di Teras Cikapundung, Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (3/1/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Baca: Pergantian Tahun, Teras Cikapundung Dibuka untuk Umum
Hal senada juga disampaikan Wahyu, 32, warga Talegong Garut. Ia sengaja memboyong istri beserta dua anaknya untuk menghabiskan akhir pekan di Kota Bandung. Rasa penasaran membuatnya ingin mengunjungi kawasan tersebut. Terlebih, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil selalu mensosialisasikan kawasan itu melalui media sosial.
"Penasaran karena lihat Kang Emil selalu nge-tweet tentang Teras Cikapundung ini. Sekalian sebelum pulang ke Garut nanti sore, jadi mampir ke sini dulu ngilangin penasaran," tutur Wahyu.
Selain menikmati kesejukan di kawasan hutan kota ini, pengunjung tak menyia-nyiakan waktu untuk berfoto. Selain tanaman, sejumlah fasilitas ada di Teras Cikapundung ini di antaranya Jembatan Merah, amphitheater yang terdapat 15 sumur resapan, dan kolam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
