Sejumlah alat berat menyelesaikan pembangunan di TPST Lulut Nambo, Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat -- ANT/Yulius Satria Wijaya
Sejumlah alat berat menyelesaikan pembangunan di TPST Lulut Nambo, Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat -- ANT/Yulius Satria Wijaya (Jaenal Mutakin)

Pembangunan TPAS Nambo Terancam Molor

tempat sampah
Jaenal Mutakin • 08 Februari 2017 11:04
medcom.id, Bandung: Penyelesaian pembangunan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Bersama di Kampung Nambo, Klapanunggal, Kabupaten Bogor, terancam molor. Proyek yang ditargetkan rampung pada 10 Februari 2017 itu kini menghadapi dua masalah utama.
 
"Ada dua hal yang membuat operasional Nambo tertunda, yakni masalah pemberian uang kerohiman dan ganti rugi 15 petani penggarap lahan milik Perhutani," kata Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa di Bandung, Jawa Barat, Rabu, 8 Februari 2017.
 
Menurut Iwa, 15 petani penggarap lahan tersebut sebenarnya tidak berhak mendapat uang ganti rugi. Pasalnya, mereka hanya menggarap lahan Perhutani.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berbaik hati dengan memberikan uang kerohiman kepada 15 penggarap sebesar Rp800 juta. Tapi, tiga penggarap memengaruhi 12 lainnya agar menolak uang kerohiman.
 
"Saya harap, penggarap lahan sadar, karena TPST Nambo ini tidak hanya akan digunakan masyarakat Kabupaten Bogor," imbuh Iwa.
 
TPAS Nambo direncanakan menampung sampah dari Kota/Kabupaten Bogor, Kota/Kabupaten Bekasi, Depok, dan DKI Jakarta. TPST ini akan dikelola oleh Badan Pengelola Sampah Regional (BPSR) di bawah Dinas Permukiman dan Perumahan (Diskimrum) Provinsi Jabar.
 

(NIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif