Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita membuka kegiatan sosialisasi program Penanganan Fakir Miskin (PFM). Medcom.id/Roni Kurniawan (Roni Kurniawan)
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita membuka kegiatan sosialisasi program Penanganan Fakir Miskin (PFM). Medcom.id/Roni Kurniawan (Roni Kurniawan) (Roni Kurniawan)

Ditjen PFM Kemensos Tekan Angka Kemiskinan

kemiskinan
Roni Kurniawan • 10 Juli 2019 12:44
Bandung: Direktorat Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kementerian Sosial (Kemensos) menggelar kegiatan sosialisasi program Penanganan Fakir Miskin (PFM) di El Royal Hotel, Kota Bandung, Jawa Barat, 9-12 Juli 2019. Kegiatan tersebut untuk menyukseskan upaya menekan angka kemiskinan di Indonesia.
 
Menurut Kepala Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin, Andi Z. A. Dulung, terdapat berbagai tujuan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut di antaranya membangun kesepahaman, dan gerak langkah yang sama bagi pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program kelompok usaha bersama (KUBE), Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-Rutilahu) dan Sarana Prasarana Lingkungan (Sarling).
 
"Disamping itu juga, menyinkronkan data calon penerima bantuan yang valid berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT), lalu mengetahui proses pelaksanaan Program KUBE, RS-Rutilahu dan Sarling. Mulai dari pengusulan hingga proses pencairan dan pelaporan," ujar Andi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, kegiatan tersebut pun diharapkan mendapat respon dari  peserta yang terdiri dari Dinas Sosial tingkat provinsi dsn kabupaten/kota dalam penyempurnaan pelaksanaan. Pasalnya, lanjut Andi, setiap daerah memiliki permasalahan yang berbeda guna menekan angka kemiskinan.
 
"Masih Banyak calon penerima bantuan yang diusulkan Dinas Sosial belum masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT) Kementerian Sosial. Terus juga masih adanya penerima bantuan yang belum menggunakan dana bantuan dengan tepat," ungkapnya.
 
Bahkan diakui Andi, proses pelaporan dari setiap dinas desa dalam penggunaan dana bantuan dan pelaporan perkembangan bantuan masih sering mengalami keterlambatan. Ia pun berharap, dalam kegiatan tersebut semua kendala bisa diselesaikan, sehingga pelaksanaan progsm PFM bisa berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
 
"Dengan adanya kegiatan ini, kita diskusi bersama, kita berbagi apa yang menjadi kendala, dan kita cari jalan keluarnya bersama," pungkasnya.
 
Kegiatan tersebut pun mendapat antusias dari Neti, perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Solo Selatan, Sumatera Barat. Ia mengaku daerahnya baru akan mendapatkan bantuan RS-Rutilahu pada tahun ini. Kabupaten Solo Selatan pun mengusulkan program RS-Rutilahu sebanyak 42 rumah.
 
"Tahun kemarin kita tidak dapat, tapi tahun sekarang kita mengusulkan 42 rumah yang diperbaiki karena kondisinya tidak layak untuk menjadi tempat tinggal warga. Mudah-mudahan bisa dikabulkan semuanya," kata Neti.
 
Namun ia Neti yang diutus oleh instansinya ke kegiatan tersebut ingin mengetahui detail proses kegiatan tersebut agar bisa dilaksanakan didaerahnya ketika mendapat bantuan. Ia berharap usai sosialisasi, tetap mendapat pendampingan terutama dalam proses pelaporan yang menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan program tersebut.
 
"Ya kita juga harus tahu pelaporannya seperti apa, itu supaya program ini berjalan dengan baik. Karena ini sangat dibutuhkan di daerah kami," ungkapnya.
 
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, dihadiri oleh 169 peserta Wilayah I terdiri dari Sumatera dan Jawa Barat.
 

 

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif