Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Bogor Ajun Komisaris Polisi Ita Puspita Lena mengatakan, lima penambang yang tewas adalah warga Kampung Ciemas, Desa Banyuasih, Kabupaten Bogor. Lima korban merupakan penambang ilegal atau gurandil yang menggali lubang penambangan tanpa izin di wilayah Pongkor.
"Evakuasi terhadap lima gurandil berhasil dilakukan sore kemarin dan langsung dimakamkan malam itu juga," kata Ajun Komisaris Polisi Ita Puspita Lena, di Markas Polres Bogor, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/3/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Lima penambang emas yang tewas itu yakni Ata Sumitra bin Sarnan, Firman Kurniawan, Sandi Irwansyah, Sarmadi, dan Maman. Tiga korban merupakan bapak dan anak serta menantu, sedangkan dua korban lainnya masih kerabat.
Peristiwa berawal saat Ata Sumitra berpamitan untuk mengambil peralatan bekas menggali emas yang tertinggal di dalam sumur, pada Selasa 15 Maret. Ia berangkat pukul 06.00 WIB pagi. Namun, hingga pukul 09.00 WIB, ia tidak kunjung kembali.
Mengetahui hal itu, anak Ata, Firman Kurniawan dan menantunya Sandi Irwansyah menyusul ke lubang sumur untuk memeriksa keberadaan Ata. Disusul pula oleh istri Ata yakni Nia Ernawati.
"Sampai di lokasi sumur, Firman dan Sandi masuk ke dalam sumur galian untuk mengecek Ata. Tetapi setelah menunggu beberapa lama keduanya tidak muncul-muncul," kata Ita.
Melihat anak dan menantunya tidak juga kembali dari sumur galian, Nia meminta bantuan warga guna memeriksa kondisi suami, anak, dan menantunya yang masih di dalam lubang sumur. Tiga orang tetangganya datang membantu yakni Oman, Masmadi dan Sarmadi. Mereka berempat kembali menuju sumur itu. Sampai di lokasi, Sarmadi memaksa turun ke sumur dan setelah ditunggu beberapa saat juga tidak kembali.
"Kemudian Maman bermaksud mengecek ke dalam sumur, ia masuk tapi tidak lama kemudian keluar lagi, karena merasa sesak nafas dan mual-mual," katanya.
Karena tidak tega melihat Nia menangis meminta suami, anak dan menantunya ditolong, akhirnya Maman memutuskan untuk kembali masuk ke dalam sumur, hingga akhirnya tidak juga kembali.
Mendengar sudah lima orang yang masuk sumur dan tidak kembali, akhirnya warga mengecek dengan senter ke dalam sumur dan terlihat kelimanya sudah meninggal dunia di dalam lubang galian tersebut.
"Warga melakukan evakuasi menggunakan cara memompa udara dengan menggunakan blower yang dialirkan dengan menggunakan saluran dari plastik dan membuat galian di samping sumur," katanya.
Karena jarak antara Desa Banyuasih dengan Polsek Cigudeg sangat jauh, laporan tewasnya lima warga dari dalam lubang galian ilegal tersebut baru dilaporkan Rabu kemarin.
Ita mengaku, upaya untuk memberantas keberadaan gurandil terus dilakukan aparat Polres Bogor Kabupaten. Sejumlah gurandil telah ditangkap. Operasi gabungan menutup lokasi-lokasi penambangan ilegal dilakukan. Namun, warga masih tetap nekat melakukan praktik penambangan emas ilegal itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
