Kejadian itu terjadi di Dusun Gardu, Desa Nagarapageuh, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Akibat kejadian itu, lima desa, yakni Gardujaya, Nagarajaya, Bangunjaya, Nagarajati dan Desa Natanegara terisolasi.
Jalur penghubung kabupaten Ciamis menuju arah Majalengka, Cirebon, Kuningan dan Indramayu tersebut memang terkenal paling rawan tanah longsor dan tanah amblas.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Sepanjang jalan dari arah Ciamis menuju kabupaten Cirebon, Majalengka, Kuningan dan Indramayu ini paling banyak dikelilingi tebing dan tanahnya mudah longsor dan masyarakat juga berinisiatif memasang rambu menggunakan rambu, supaya kendaraan yang melintasi tidak terperosok," ujar Mamat (45) warga setempat, Selasa (10/2/2015).
Pada kesempatan yang sama, dia menuturkan jalur utara Kabupaten Ciamis masih minimnya penerangan. "Sudah 10 tahun lebih tidak ada lampu penerangan jalan di sepanjang jalur ini. Apalagi kalau turun hujan ada 17 titik tanah longsor ke badan jalan," kata dia.
Kepala BPBD Ciamis, Diki Erwin Juliadi, membenarkan jalur utara Ciamis menuju Cirebon rawan bencana tanah longsor dan tanah amblas. "Kami meminta pengendara yang melintasi jalur ini agar hati-hati, karena banyak tebing yang mudah longsor dan juga jalur tersebut belum dipasangi penerangan jalan," jelas Diki, Selasa (10/2/2015).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(BOB)
