Lima Desa di Brebes Terpapar Residu Obat Kimia
Petani sedang memanen bawng merah di Brebes, Jawa Tengah. Medcom.id/Kuntoro Tayubi
Brebes: Lahan pertanian lima desa di Brebes, Jawa Tengah, terpapar residu pestisida klorpirifos dan profenofos yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang cukup tinggi.

Kelima desa itu yakni Desa Kersana, Kecamatan Kersana; Desa Siwuluh dan Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba; Desa Sisalam Kecamatan Wanasari; dan Desa Jatimakmur Kecamatan Songgom.

"(Dari uji residu) disimpulkan bahwa penggunaan pukuk kimia itu sangat banyak," kata Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes, Tanti Palupi, saat dihubungi Medcom.id, Sabtu, 13 Oktober 2018.


Residu itu tidak bisa hilang dalam kurun waktu 10 tahun. Masa pemulihan tanah juga tergantung dengan kadar di tanah itu sendiri.

Masalah pestisida di Kabupaten Brebes itu sudah diambang batas. Apalagi, mengajak petani beralih ke sistem pertanian organik cukup sulit karena saluran air dan residu pestisida yang dalam kandungan tanah masih tinggi.
 
Tak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, penggunaan pestisida yang berlebihan juga berdampak pada kesehatan lahan. Lahan pertanian di Kabupaten Brebes sudah mengalami degradasi atau kemunduran.

Hal ini disebabkan petani, terutama petani bawang merah, yang selalu menggunakan obat kimia. Tanti mengungkapkan produktivitas bawang merah di Brebes pernah mencapai 20 ton per hektare. Namun, hasil produksi terus mengalami penurunan.

"Selama ini, produksi bawang merah di Brebes sekarang hanya 12-15 ton per hektare,” katanya.

Produksi bawang merah di Kabupaten Brebes juga mengalami penurunan karena biaya pengolahan lahan yang tinggi. Belum lagi harga bawang merah sering terjunb bebas.

"Makanya perlu inovasi produk dan upaya menyehatkan lahan," kata dia.
 
Manajer Unit Pengembangan Ekonomi (UPE) Kantor Bank Indonesia Tegal Bursya menuturkan, pihaknya sudah mengintervensi klaster bawang merah di Kabupaten Brebes sejak 2017. BI Tegal menjalin kerja sama untuk penyehatan lingkungan.

"Pengembangan bawang merah itu se indonesia dan ini menjadi persaingan yang kompetitif, makanya sebagai pelaku budidaya di sentra bawang merah harus bangkit dari keterpurukan," kata dia.


 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id