SPBU Karimunjawa sering kosong sebelum pemberlakukan program BM satu harga. Medcom.id/Rhobi Shani
SPBU Karimunjawa sering kosong sebelum pemberlakukan program BM satu harga. Medcom.id/Rhobi Shani (Rhobi Shani)

BBM Satu Harga Jamin Ketersedian di Karimunjawa

stok bbm
Rhobi Shani • 05 Maret 2019 15:33
Jepara: Pemberlakuan program Satu Harga Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) membuat masyarakat di wilayah kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, semringah. Sejak Oktober 2017, masyarakat Karimunjawa dapat menikmati harga BBM sama dengan di daratan Jepara.
 
Sebelum Peraturan Menteri ESDM Nomor 36/2016 terbit, masyarakat Karimunjawa harus membeli BBM dengan harga lebih mahal. Misalnya, harga BBM jenis premium di Karimunjawa mencapai Rp10 ribu per liter.
 
Djati Utomo, Ketua Yayasan Pitukilur Pulo yang memerhatikan lingkungan dan pariwisata Karimunjawa, bahkan mengatakan ketersedian stok BBM tidak terjamin sebelum aturan tersebut terbit di era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Tapi sekarang harga BBM sudah sama dengan daerah lain dan stoknya terjamin, jadi warga terutama nelayan dan pelaku wisata tidak lagi was-was dengan stok BBM. Kalau terlambat satu atau dua hari itu wajar, karena memang kondisi gelombang,” ujar Djati kepada Medcom.id, Selasa, 5 Maret 2019.
 
Program BBM satu harga dinilai mampu menekan biaya operasional nelayan, pelaku jasa kapal wisata, dan perhotelan. Sebab, biaya untuk membeli BBM menurun. Sehingga pendapatan masyarakat menjadi meningkat.
 
“Kalau kebutuhan BBM sama, tapi uang yang dikeluarkan untuk membeli BBM kan jadi berkurang, sehingga keuntungan bisa bertambah, penghasilan meningkat,” kata Djati.
 
Meski baru terdapat satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Djati menambahkan, kondisi itu sudah sangat membantu warga. Sebab, stok yang ada di SPBU dipastikan cukup untuk mencukupi kebutuhan BBM masyarakat.
 
“Kalau pun ada keterlambatan atau kehabisan stok, itu karena kondisi alam. Kapal pengangkut BBM tidak berani menyebrang karena gelombang tinggi,” pungkas Djati.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif