Pertamina Diharapkan Bangun Pabrik Baterai Litium Skala Nasional

Pythag Kurniati 13 Juli 2018 17:08 WIB
teknologi
Pertamina Diharapkan Bangun Pabrik Baterai Litium Skala Nasional
Baterai litium produk kerjasama antara Pertamina dan UNS Solo. Medcom.id/Pythag Kurniati
Solo: Pertamina sebagai BUMN energi diminta menggagas dan mengembangkan pabrik baterai litium bermerek nasional. Sebab, baterai litium memegang andil dalam pemenuhan energi terbarukan di masa depan.

"Saya harap teman-teman dari Pertamina bisa menggagas, membangun pabrik baterai litium merek nasional," ungkap Penasihat Khusus Menteri Bidang Kebijakan Inovasi dan Daya Saing Industri Kemenko Kemaritiman Satryo Sumantri Brojonegoro di Solo, Jumat, 13 Juli 2018.

Pabrik baterai litium, lanjutnya, diperlukan guna mengakomodir produksi baterai dalam jumlah besar. "Yang bisa memroduksi 50 ribu hingga 100 ribu cell per hari," imbuh Satryo.


Dia mengemukakan, selama ini kebutuhan baterai litium masih bergantung dari impor. Padahal untuk mengembangkan kendaraan listrik, baterai ini menjadi komponen penting.

Lebih-lebih pemerintah berkomitmen bahwa kendaraan bermotor berbahan bakar fosil beralih menggunakan listrik pada 2040.

"Jadi kalau tidak menguasai baterainya akan sulit mengembangkan, karena bergantung pada impor," tutur dia.

Disamping berharap Pertamina menggagas dan mengembangkan pabrik baterai litium, akademisi dan tim ahli pun diminta untuk turut terlibat. Ia meminta Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang telah meneliti dan memroduksi prototipe baterai litium berperan merancang produk sesuai hasil penelitian.

Baca: Anak Bangsa Ciptakan Baterai Ramah Lingkungan

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian Putu Juli mengatakan, Indonesia memiliki potensi dalam pengembangan pabrik baterai litium. Terutama dalam hal bahan pembuatan.

"Untuk nikel misalnya, tahun depan kita sudah bisa memroduksi. Misalnya di Sulawesi ada 30 ribu ton nikel murni," kata dia.

Kementerian Perindustrian pun berkomitmen akan mendorong pengembangan pasar baterai litium nasional. Salah satunya dengan menyasar pengembangan kendaraan listrik sebagai salah satu pasar baterai litium.

Putu pun mengapresiasi langkah Pertamina yang telah berinvestasi pada pengembangan baterai litium. Ia berharap langkah Pertamina diikuti oleh sejumlah BUMN lainnya.

"Semoga BUMN lain melakukan hal serupa sehingga prototipe yang ada bisa didorong ke arah komersial," ujar dia.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id