Produksi Krecek Terganjal Kenaikan Harga Tapioka
Seorang pekerja tengah menjemur kerupuk berbahan pokok tapioka di Jepara, Medcom.id - Rhobi Shani
Jepara: Produsen krecek dan kerupuk terasi di Jepara, Jawa Tengah, mengeluhkan harga bahan naik 100 persen. Padahal, pesanan sedang meningkat.

Nukman, produsen krecek, mengaku menggunakan tepung tapioka sebagai bahan utama. Sebelum Ramadan, harga tapioka hanya Rp450 ribu per kuintal.

"Sekarang jadi Rp900 ribu per kuintal," kata Nukman di Jepara, Rabu, 30 Mei 2018.


Padahal, lanjut Nukman, pesanan krecek menjelang Lebaran cukup banyak. Namun, permintaan yang meningkat tak mampu menutupi biaya produksi.

Sebab, ia menjual krecek Rp17 ribu per kilogram, hanya naik Rp1.000 ketimbang harga sebelumnya. Sedangkan kenaikan harga tapioka mencapai 100 persen.

Biasanya, ujar Nukman, ia memproduksi 10 hingga 15 kilogram per hari. Tapi menjelang Lebaran, ia mendapat permintaan hingga 40 kg per hari.

Produsen kue keciput pun mengeluhkan hal senada. Abdul Majid, staf pemasaran Kue Keciput Lala Jaya, mengatakan kenaikan harga terjadi pada telur dan wijen sebagai bahan utama.

"Harga telur saat ini Rp230 ribu per boks. Sedangkan harga wijen Rp770 ribu per karung atau 25 kilogram," ujar Majid.



(RRN)