Jasa Tukar Uang di Pinggir Jalan Bakal Ditindak
Satpol PP menindak jasa penukaran uang di pinggir jalan. Medcom.id/Pythag Kurniati
Solo: Satpol PP Kota Surakarta akan menindak tegas jasa penukaran uang liar di pinggir jalan. Biasanya keberadaan jasa penukaran uang tersebut marak di pinggir-pinggir jalan Kota Solo, Jawa Tengah, menjelang lebaran.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Surakarta Agus Sis Wuryanto mengemukakan, Satpol PP telah melakukan operasi keliling. Operasi menyisir keberadaan jasa penukaran uang tak resmi di Solo.

Para penyedia jasa penukaran uang tak resmi, kata Agus, melanggar Perda Nomor 1 Tahun 2013 mengenai perhubungan darat. "Kemudian, juga melanggar Perda Nomor 3 Tahun 2008 tentang pengelolaan PKL," kata Agus, Kamis, 24 Mei 2018.


Tak hanya itu, jasa penukaran uang pecahan tak resmi membuka peluang beredarnya uang palsu. Serta, aktivitas itu dapat menganggu arus lalu lintas sebab kendaraan yang melintas akan berhenti secara sembarangan.

Oleh karenanya, Satpol PP berkewajiban menertibkan dan membubarkan jasa penukaran uang tak resmi di pinggir jalan.

Mengacu tahun-tahun sebelumnya, Satpol PP mencatat kurang lebih tujuh titik lokasi yang biasanya digunakan bagi jasa penukaran uang pecahan liar. Seperti kawasan Jalan Slamet Riyadi, Jalan Adi Sucipto, kawasan Gladag, dan kawasan Sriwedari.

Mereka biasanya juga menempati kawasan Mangkunegaran (Pasar Pon), kawasan Jalan Mayor Kusmanto dan Jalan Urip Sumoharjo. "Tahun kemarin dalam satu hari kami bisa tertibkan 10 hingga 12 orang," beber Agus.

Sementara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo Bandoe Widiarto mengimbau masyarakat tidak menggunakan jasa penukaran uang tak resmi. Sebab, Bank Indonesia telah menyiapkan 111 titik penukaran uang resmi di eks Keresidenan Surakarta tahun ini.

"Kalau menukar di pinggir jalan sudah pasti jumlahnya dikurangi, karena mereka kan berjualan. Sedangkan jika menukar di bank jumlahnya utuh," beber Bandoe.

Adapun lebaran tahun 2018, Bank Indonesia telah menyiapkan uang pecahan Rp5,034 triliun untuk ditukarkan oleh masyarakat. Angka tersebut lebih banyak 9,09 persen dibanding uang pecahan yang disiapkan di tahun 2017.

BI pun kali pertama di tahun ini menggandeng Pegadaian serta BPR dan BPRS untuk melayani penukaran uang di Solo dan sekitarnya. Tujuannya guna memperluas akses penukaran uang pecahan. "Jadi tidak hanya bank-bank umum yang melayani penukaran uang tahun ini," pungkas dia.
 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id