Harga Telur dan Daging Ayam Susah Dikendalikan
Penjual menyiapkan ayam ras di Pasar Unggas Penggaron, Kota Semarang. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni
Semarang: Harga telur ayam dan daging ayam ras naik saat memasuki Ramadan. Harga terus merangkak memasuki minggu kedua bulan puasa.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, Arief Sambodo mengatakan, harga kedua komoditas tersebut sulit dikendalikan. Harga fluktuatif selama dua tahun terakhir.

Ini terjadi karena harga telur ayam dan daging ayam ras dilepas ke pasar dan tak disubsidi. Karena itu, pendekatan untuk menekan harga pun harus berbeda.


"Kita akan undang para integrator seizin kementerian untuk membanjiri produk telur dan daging ayam. Karena, telur dan daging ayam ini kan tidak subsidi berbeda dengan beras, minyak goreng maupun gula pasir," katanya di Semarang, Rabu, 23 Mei 2018.

Pemerintah pusat maupun daerah tidak mempunyai pengendalian terhadap harga telur ayam dan daging ayam ras. Arief menjelaskan, berdasarkan kondisi tersebut Kementerian Perdagangan sudah mengeluarkan Permendag Nomor 58 Tahun 2018 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen.

"Tujuannya, ada batas atas dan bawah untuk komoditas telur ayam dan daging ayam ras," jelasnya.

Arief berharap harga telur ayam dan daging ayam ras stabil dan terjangkau masyarakat hingga menjelang Lebaran dengan kebijakan tersebut.

"Saat ini harga telur ayam Rp22.500 per kilogram dan daging ayam Rp35 ribu per kilogram dan masih kita anggap wajar ya," tandasnya.



(SUR)